<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4180868712690555480</id><updated>2011-07-07T15:15:09.359-07:00</updated><title type='text'>Bunga rampai ekonomi dan Pendidikan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://satyagraha64.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4180868712690555480/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satyagraha64.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Pembelajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14484986163185445580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_Sthk11nvMTw/SnMTPfD9LHI/AAAAAAAAAFk/g7Op2AKhkZg/S220/iwanrs.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4180868712690555480.post-3514301540680706637</id><published>2009-08-10T08:26:00.000-07:00</published><updated>2009-08-10T08:33:10.081-07:00</updated><title type='text'>Materi Pemasaran</title><content type='html'>INTISARI MANJEMEN PEMASARAN&lt;br /&gt;OLEH ; Drs. H. Surachman Sumawihardja, Drs. Suwandi Suparlan, Spec.Lic dan Drs. Sucherly&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. KONSEP PEMASARAN&lt;br /&gt;1. Tahap swadaya Ekonomi (the stage of economic self suffiency)&lt;br /&gt;2. Tahap Kepemilikan bersama yang primitive ( The stage of primitive communism)&lt;br /&gt;3. Tahap barter yang sederhana (The stage of simple barter)&lt;br /&gt;4. Tahap Pasar Lokal (The stage of local market)&lt;br /&gt;5. Tahap ekonomi uang (the stage of money economics)&lt;br /&gt;6. Tahap kapitalisme muda ( The stage of early capitalism)&lt;br /&gt;7. Tahap produksi massa (The stage of mass production)&lt;br /&gt;8. Tahap masyarakat makmur (The stage of affluent society)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Definisi Pemasaran&lt;br /&gt; Philip Kotler “ Marketing is the set of human activities directed at facilitating and consummating exchanges” (Pemasaran adalah serangkaian kegiatan manusia yang ditujukan untuk memperlancar serta menyempurnakan pertukaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Konsep Pemasaran (The Marketing Concept)&lt;br /&gt; Perubahan-perubahan Orientasi Perusahaan&lt;br /&gt;1. Orientasi Produksi (production Orientation)&lt;br /&gt;2. Orientasi Permodalan (Financial Orientation)&lt;br /&gt;3. Orientasi Penjualan (Sales Orientation)&lt;br /&gt;4. Orientasi Pemasaran (Marketing Orientation)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Apa yang dimaksud dengan Konsep Pemasaran&lt;br /&gt;Konsep Pemasaran ialah suatu orientasi pada konsumen langganan yang didukung oleh integrated marketing dan ditujukan untuk mencapai kepuasan konsumen yang semakin meningkat sebagai kunci tercapainya tujuan perusahaan..&lt;br /&gt;Tiga tiang pendukukung konsep pemasaran yaitu customer needs, integrated marketing dan customer satisfaction.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Orientasi Konsumen (Customer Orientation)&lt;br /&gt;1. Menentukan kebutuhan umum ( a generic-need definition)&lt;br /&gt;2. Menentukan kelompok pembeli yang akan dituju (target group definition)&lt;br /&gt;3. Membedakan produk, serta pesan-pesannya (differentiated products and messages)&lt;br /&gt;4. Riset Konsumen (Consumer Reseach)&lt;br /&gt;5. Strategi pembedaan keuntungan (differential advantage strategy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pemasaran terpadu (integrated Marketing)&lt;br /&gt; Peter F. drucker “ The purpose of the company is to create a customer” (tugas                                                                                                                                                                                                                     perusahaan adalah menciptakan langganan).&lt;br /&gt;Pemasaran terpadu adalah berbagai departemen dalam perusahaan dharus sejalan atau mencerminkan kemampuan perusahaan di dalam menciptakan serta memperkokoh keinginan konsumen. Pemasaran terpadu juga berarti bahwa di dalam fungsi pemasaran itu harus diadakan penyesuaian serta koordinasi dari 4P’s (Product, Price, dan Promotion) untuk membangun hubungan-hubungan pertukaran yang kokoh dengan para konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Kepuasan Konsumen (Customer satisfaction)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tugas Manajemen Pemasaran&lt;br /&gt; Manajemen Pemasaran beryugas mengembangkan dan memasarkan produk serta melaksanakan strategi-strategi  pemasaran untuk melayani kebutuhan konsumen, dengan tujuan memperoleh laba.&lt;br /&gt; Dalam rangka memasarkan produk ada beberapa konsep yang harus diperhatikan:&lt;br /&gt;a. Demand Variable; Yaitu factor-faktor yang mempengaruhi penjualan dari perusahaan atau penjualan dalam industri. Demand Variable dapat digolongkan menjadi :&lt;br /&gt;a. Customer Variable&lt;br /&gt;b. Enviromental Variable&lt;br /&gt;c. Competitive Variable&lt;br /&gt;d.  Marketing Decision Variable&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Marketing Decision Variable&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Marketing Mix&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Marketing Effor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Marketing Alocation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Marketing Strategy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Market Respone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Strategi Persaingan dan Pertumbuhan (Growth and Competitive Strategy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 5.1. Tugas Perusahaan &lt;br /&gt;Robert N. Anthony mngemukakan tiga tife kegiatan yang dapat dipilih perusahaan :&lt;br /&gt;1. Strategic Planning , menunjukkan pemilihan tujuan perusahaan, menentukan pertumbuhan , dan kebijakan persaingan terutama penyempurnaan terhadap tujuan tersebut.&lt;br /&gt;2. Management control , meliputi struktur organisasi, proses perencanaan yang teratur, dan kebijakan yang tepat dari motivasi dan control, dengan tujuan untuk menentukan sales force terhadap penyempurnaan market coverage&lt;br /&gt;3. Operation Control, membimbing kegiatan para salesman &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kepuasan Konsumen (Customer Satisfaction)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4180868712690555480-3514301540680706637?l=satyagraha64.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satyagraha64.blogspot.com/feeds/3514301540680706637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satyagraha64.blogspot.com/2009/08/materi-pemasaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4180868712690555480/posts/default/3514301540680706637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4180868712690555480/posts/default/3514301540680706637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satyagraha64.blogspot.com/2009/08/materi-pemasaran.html' title='Materi Pemasaran'/><author><name>Pembelajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14484986163185445580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_Sthk11nvMTw/SnMTPfD9LHI/AAAAAAAAAFk/g7Op2AKhkZg/S220/iwanrs.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4180868712690555480.post-2063778389234373522</id><published>2009-08-10T08:18:00.000-07:00</published><updated>2009-08-10T08:26:09.485-07:00</updated><title type='text'>Materi Motif Berprestasi</title><content type='html'>MATERI KULIAH MOTIF BERPRESTASI  PADA HARI JUM”AT TANGGAL 27 Februari 2009&lt;br /&gt;Dr. Jannah Sonajah, Msi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Human Resource Empowerment (Pemberdayaan)&lt;br /&gt;Persoalan terletak pada :&lt;br /&gt;Pemberdayaan (empowering)&lt;br /&gt;Akal budi atau kemampuan kreatif dan innovative&lt;br /&gt;Restrukturisasi, yang menyangkut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluang&lt;br /&gt;Persyaratan &lt;br /&gt;Prosedur&lt;br /&gt;Standarisaasi&lt;br /&gt;Sertifikasi&lt;br /&gt;Pendidikan&lt;br /&gt;Organisasi&lt;br /&gt;Kemitraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motivasi Berprestasi&lt;br /&gt;*) Perbedaan Motivasi dan motif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi Motivasi&lt;br /&gt;Asal Motif  dan factor-faktor yang mempengaruhi Motivasi&lt;br /&gt;Mesin Penggerak/perangsang/tujuan dan alat Motivasi/ Mesin/ Penggerak Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Menggerakan pegawai&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip motivasi agar effektif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Motivasi&lt;br /&gt;Perbedaan Motivasi dan Motif&lt;br /&gt; Motif darii kata latin Movere yang berarti dorongan atau pergerakan&lt;br /&gt;Suatu dorongan kebutuhan dalam diri pegawai yang perlu dipenuhi agar pegawai tersebut dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan&lt;br /&gt;Motivasi versus OB adalah sebagai kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi kea rah tujuan-tujuan organisasi, yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu untuk memenuhi sesuatu kebutuhan individu. &lt;br /&gt;Upaya merupakan ukuran intensitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi Motivasi&lt;br /&gt;Menggerakan&lt;br /&gt;Mempertahankan&lt;br /&gt;Mengarahkan&lt;br /&gt;Mengendalikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASal Motif dan Motivasi serta factor-faktor  yang mempengaruhi&lt;br /&gt;Motif muncul sebagai akibat adanya keinginan yang tidak terpuaskan&lt;br /&gt;Motivasi berasal dari dua  arah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motivasi dari luar diri:&lt;br /&gt;Ekternal, muncul  dari luar diri seseorang, seperti karena lingkungan, Karena atasan, karena orang lain, karena tekanan, dank arena situasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motivasi dari dalam diri, misalnya melakukan kerja dengan ikhlas, menikmati kepuasan,&lt;br /&gt;Mesin Penggerak/perangsang/tujuan dan alat Motivasi/ Mesin/ Penggerak Motivasi&lt;br /&gt;Prestasi  (accievment) Penghargaan (recognition), Tantangan (chalengge) tanggungjawab( Responsibility) Pengembangan (development) Keterlibatan (Involvment), Kesempatan (opportunity)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan pemberian motivasi kepada karyawan : Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan&gt; Meningkatkan produktivitas kerja karyawan. Meningkatkan kesejahteraan Karyawan. Mempertahankan kestabilan. Kedisiplinan,Meng effektifkan keadaan karyawan, Meningkatkan  Loyalitas, kreativitas dan partisipasi, mempertinggi rasa tanggung jawab karyawan terhadap tugas. Meningkatkan  efisiensi penggunaan alat-alat dan bahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Menggerakan pegawai&lt;br /&gt;Alat-alat Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEORI MOTIVASI&lt;br /&gt;Teori Dini Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Hirarki Kebutuhan&lt;br /&gt;Teori Ini dikemukakan oleh Abraham Maslow, Terdiri dari :&lt;br /&gt;1, Faali (fisiologis) Antara lain Rasa lapar, haus, perlindungan, seks, dan kebutuhan ragawi lain&lt;br /&gt;2. Safety Keamanan  Antara lain Keselamatan dan perlindungan terhdap kerugian fisik dan emosional.&lt;br /&gt; 3. Belonging Sosial, mencakup kasih sayang, rasa dimilki, diterima baik, dan persahabatan&lt;br /&gt;4. Esteem Penghargaan, mencakup factor rasa hormat internal seperti harga diri, otonomi dan prestasi; dan factor eksternal seperti missal status, pengakuan, dan perhatian&lt;br /&gt;5. Self Actualization Aktualisasi diri, dorongan untuk menjadi apa yang ia mampu menjadi, mencakup pertumbuhan, mencapai potensialnya, dan pemenuhan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori X dan Y (Douglas McGregor)&lt;br /&gt;Mengemukakan dua pandangan yang jelas berbeda mengenai manusia secara dasar satu negative (teori X) Mengandaikan bahwa karyawan tidak menyukai kerja, malas, tidak menyukai tanggungjawab, dan harus dipaksa agar berprestasi.&lt;br /&gt;Manusia dasarnya positif (Teori Y) Mengandaikan bahwa karyawan menyukai kerja, kreatif, berusaha bertanggung jawab, dan dapat menjalankan pengarahan diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Motivasi-Higiene (Frederick Herzberg)&lt;br /&gt;Faktor-faktor intrinsic dihubungkan dengan kepuasan kerja, sedangkan factor –faktor ekstrisik dihubungkan dengan ketidak puasan. Faktor  hygiene merupakan factor-faktor –seperti kebijakan dan administrasi perusahaan, penyediaan , dan gaji- yang bila memadai dalam suatu pekerjaan, menentramkan pekerja. Bila factor ini tidak memadai, pekerja akan  tak terpuasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Kontemporer&lt;br /&gt;Teori ERG (Clayton Alderfer)&lt;br /&gt;Teori ini merupakan revisi dari teori Maslow. Ada tiga kelompok kebutuhan teras yaitu Eksistensi, Keterhubungan (Relatedness)  dan pertumbuhan (Growth). Disebut Teori ERG. EKsistensi menyangkut faali dan keamanan. Keterhubungan menyangkut Sosial dan penghargaan. Sedangkan Pertumbuhan berhubungan dengan Aktualisasi diri. Dalam teori ERG tidak harus selalu bertahap akan tetapi akan memenuhi mana yang dapat dijangkau terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Kebutuhan McClelland&lt;br /&gt;Teori McClelland memfokuskan pada tiga kebutuhan yaitu Prestasi Achievement), Kekuasaan (power) dan Pertalian (afiliasi).&lt;br /&gt;Kebutuhan prestasi adalah dorongan untuk mengungguli, berprestasi  sehubungan dengan seperangkat standar, bergulat untuk sukses.&lt;br /&gt;Kebutuhan Kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang-orang lain berperilaku dalam suatu cara yang orang-orang itu (tanpa dipaksa) tidak akan berprilaku demikian.&lt;br /&gt;Kebutuhan Afiliasi adalah hasrat untuk hubungan antar pribadi yang ramah dan karib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Evaluasi Kognitif&lt;br /&gt;Membagi ganjaran-ganjaran ektrinsik, seperti misalnya upah, untuk upaya kerja yang sebelumnya secara intrinsic telah mengganjar karena adanya kesenangan yang dikaitkan dengan isi kerja itu sendiri, akan cenderung mengurangi tingkat motivasi keseluruhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Penentuan Tujuan&lt;br /&gt;Teori bahwa tujuan yang khusus dan sulit menghantar ke kinerja yang lebih tinggi. Artinya tujuan yang lebih mudah akan lebih besar kemungkinan untuk diterima baik. Jika tujuan sulit, maka ia akan mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi samapi tugas itu dicapai, diturunkan bahkan ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Penguatan (reinforcement)&lt;br /&gt;Perilaku merupakan fungsi dari konsekuensi-konsekuensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Keadilan&lt;br /&gt;Individu-individu membandingkan masukan dan keluaran pekerjaan mereka dengan masukan/ keluaran orang-orang lain dan kemudian berespons untuk menghapuskan setiap ketidakadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Harapan&lt;br /&gt;Kekuatan suatu  kecenderungan untuk bertindak dalam suatu cara tertentu bergantung pada kekuatan suatu pengharapan bahwa tindakan itu akan diikuti oleh suatu keluaran tertentu dan pada daya tarik dari keluaran tersebut bagi individu itu. Teori ini memfokuskan kepada tiga hal Yaitu :&lt;br /&gt;Hubungan upaya – kinerja&lt;br /&gt;Hubungan Kinerja – Ganjaran&lt;br /&gt;Hubungan Ganjaran – tujuan pribadi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4180868712690555480-2063778389234373522?l=satyagraha64.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satyagraha64.blogspot.com/feeds/2063778389234373522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satyagraha64.blogspot.com/2009/08/materi-motif-berprestasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4180868712690555480/posts/default/2063778389234373522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4180868712690555480/posts/default/2063778389234373522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satyagraha64.blogspot.com/2009/08/materi-motif-berprestasi.html' title='Materi Motif Berprestasi'/><author><name>Pembelajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14484986163185445580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_Sthk11nvMTw/SnMTPfD9LHI/AAAAAAAAAFk/g7Op2AKhkZg/S220/iwanrs.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4180868712690555480.post-7828648002972081641</id><published>2009-08-10T08:12:00.000-07:00</published><updated>2009-08-10T08:17:43.672-07:00</updated><title type='text'>Ringkasan Materi Perilaku Organisasi</title><content type='html'>PERILAKU ORGANISASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajer adalah individu yang mencapai tujuan lewat orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi Manajer:&lt;br /&gt;Perencanaan mencakup mendefinisikan tujuan, menegakkan strategi, dan mengembangkan rencana untuk mengkoordinasikan kegiatan&lt;br /&gt;Pengorganisasian adalah menetapkan apa tugas-tugas yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakan, bagaimana tugas-tugas itu dikelompokkan, siapa melapor kepada siapa, dan dimana keputusan harus diambil&lt;br /&gt;Memimpin mencakup memotivasi bawahan, mengarahkan orang-orang lain, memilih saluran-saluran komunikasi yang paling efektif, dan memecahkan konflik-konflik&lt;br /&gt;Pengawasan memantau kegiatan-kegiatan untuk memastikan kegiatan itu sedang dicpai sesuai dengan yang direncanakan dan mengoreksi setiap penyimpangan yang bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketrampilan Manajemen&lt;br /&gt;Ketrampilan Teknis, meliputu kemampuan menerapkan pengetahuan atau keahlian spesialisasi.&lt;br /&gt;Ketrampilan Manusiawi , yaitu kemampuan bekerja sama dengan memahami, dan memotivasi orang-orang lain, baik perorangan maupun kelompok.&lt;br /&gt;Ketrampilan Konseptual, yaitu kemampuan mental untuk menganalisis dan mendiagnosis situasi rumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku Organisasi ( Organizational Behavior=OB) adalah suatu bidang studi yang menyelidiki dampak perorangan, kelompok, dan struktur pada perilaku dalam organisasi dengan maksud menerapkan pengetahuan semacam itu untuk memperbaiki keefektifan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi adalah Satuan social yang dikoordinasi secara sadar, yang tersusun atas dua orang atau lebih, yang berfungsi atas dasar yang relative terus menerus untuk mencapai suatu tujuan atau seperangkat tujuan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa perilaku yang berkaitan dengan kerja:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerja yang bahagia merupakan pekerja yang produktif&lt;br /&gt;Semua individu menjadi paling produktif bila atasannya ramah, mempercayai dan dapat didekati.&lt;br /&gt;Wawancara merupakan piranti seleksi yang efektif untuk memisahkan pelamar yang berkinerja tinggi dari mereka yang berkinerja rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang menginginkan pekerjaan yang menantang&lt;br /&gt;Anda harus sedikit menakut-nakuti orang agar mereka mengerjakan pekerjaan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang dimotivasi oleh uang&lt;br /&gt;Kebanyakan orang jauh lebih peduli akan besarnya gaji mereka sendiri daripada gaji orang lain.&lt;br /&gt;Kelompok kerja yang paling efektif adalah yang tidak mempunyai konflik.&lt;br /&gt;Studi Sitematik adalah memperhatikan hubungan , mencoba menghubungkan sebab dan akibat, dan menarik kesimpulan yang didasarkan pada bukti ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerangka KlUCKHOHN STRODTBECK&lt;br /&gt;Menganalisis variasi antara budaya, kerangka ini terdiri dari (1) Hubungan dengan Lingkungan. (2) Orientasi Waktu. (3) Kodrat orang-orang. (4) Orientasi Kegiatan. (5) focus tanggung jawab, dan (6) Konsep ruang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerangka HOFSTEDE (Geert Hofstede)&lt;br /&gt;Para manajer dan karyawan  beraneka pada empat dimensi budaya nasional ; (1) Individualisme lawan kolektivisme; (2) jarak Kekuasaan; (3) penghindaran terhadap ketidak pastian, dan (4) kuantitas lawan kualitas hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Individualisme  : Atribut budaya nasional yang memberikan suatu kerangka social yang terajut secara longgar dalam mana orang-orang terutama diandalkan mencari kepentingan mereka sendiri dan kepentingan keluarga dekat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolektivisme : Atribut budaya nasional  yang memberikan suatu kerangka social yang ketat dalam mana orang-orang mengharapkan orang lain dalam kelompok-kelompok dimana mereka merupakan bagian untuk menjaga mereka dan melindungi meraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak kekuasaan : Atribut budaya nasional yang memberikan sejauh mana suatu masyarakat menerima baik gagasan bahwa kekuasaan dalam lembaga dan organisasi dibagikan secara tidak sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghindaran terhadap ketidakpastian  Atribut budaya nasional yang memerikan sejauh mana suatu masyarakat merasa terancam oleh situasi yang takpasti dan kembar arti (ambiguous) dan mencoba menghindari situasi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuantitas hidup : Atribut budaya nasional yang memerikan sejauh mana nilai-nilai kemasyarakatan dicirikan oleh ketegasan dan materialism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitas Hidup ; Atribut budaya nasional yang menekankan hubungan dan kepedulian akan orang lain .&lt;br /&gt;INDIKATOR TIFE MYERS-BRIGGS ( MYERS –BRIGGS TYPE INDICATOR = MBTI)&lt;br /&gt;Suatu tes kepribadian yang menyadap 4 karakteristik dan mengelompokkan orang-orang ke dalam salah satu dari 16 tipe&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4180868712690555480-7828648002972081641?l=satyagraha64.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satyagraha64.blogspot.com/feeds/7828648002972081641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satyagraha64.blogspot.com/2009/08/ringkasan-materi-perilaku-organisasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4180868712690555480/posts/default/7828648002972081641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4180868712690555480/posts/default/7828648002972081641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satyagraha64.blogspot.com/2009/08/ringkasan-materi-perilaku-organisasi.html' title='Ringkasan Materi Perilaku Organisasi'/><author><name>Pembelajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14484986163185445580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_Sthk11nvMTw/SnMTPfD9LHI/AAAAAAAAAFk/g7Op2AKhkZg/S220/iwanrs.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4180868712690555480.post-1045073518491110797</id><published>2009-08-10T08:07:00.000-07:00</published><updated>2009-08-10T08:12:00.699-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>MEMBUAT EXTERNAL FACTOR EVALUATION (EFE) MATRIX DAN INTERNAL FACTOR EVALUATION&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EFE DAN IFE adalah suatu cara memecahkan analisis dan mendiagnosis lingkungan yang akan mempengaruhi pertumbuhan organisasi dalam mencapai tujuannya. Model EFE dan IFE adalah model yang sering digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;External factor Evaluation (EFE) matriks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam membuat Efe matriks ini, sebelumnya kita harus mengetahui dan mengelompokkan lingkungan umum, lingkungan industry dan internasional. Menurut Fred David dalam bukunya Concept of Strategic management setidaknya ada lima (5) tahapan dalam pembuatan EFE matriks, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat Critical success factor seperti yang diidentifikasikan dalam factor-faktor lingkungan ekternal yang menjadi peluang (opportunities) maupun ancaman (threats)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menentukan bobot atau timbangan critical success factor dimulai dari 0,0 untuk factor yang sangat tidak penting sampai 1,0 untuk factor yang sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian untuk setiap factor yang telah diberi bobot, juga diberi peringkat mulai dari angka 1 sampai 4. Nilai 4 (respon yang sangat bagus) artinya jika respon perusahaan terhadap lingkungan eksternal sangat baik dan optimal dibandingkan dengan perusahaan lain dalam industry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada langkah ini, setiap bobot pada langkah kedua dikalikan dengan peringkat yang telah ditentukan pada langkah ketiga untuk mendapatkan nilai timbangannya.&lt;br /&gt;   Jumlah nilai tertimbang untuk setiap variable yang digunakan merupakan total nilai tertimbang perusahaan tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh EFE MATRIX dari Industri Fashion&lt;br /&gt;Variable Eksternal yang signifikan Bobot Rating Nilai&lt;br /&gt;Peluang&lt;br /&gt; Bahan Baku tersedia&lt;br /&gt;SDM Berlimpah&lt;br /&gt;Hasil litbang terbuka luas dalam diversifikasi desain produk&lt;br /&gt;Pangsa Pasar yang luas&lt;br /&gt;Konsumen lebih menyukai warna-warna alami &lt;br /&gt;0.08&lt;br /&gt;0.07&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0.15&lt;br /&gt;0.12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0.14&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 &lt;br /&gt;0.08&lt;br /&gt;0.21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0.30&lt;br /&gt;0.36&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0.56&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman&lt;br /&gt;Sistem produksi yang tidak memadai&lt;br /&gt;Kualifikasi tenaga kerja yang tidak tepat&lt;br /&gt;Persyaratan dalam meminjam modal sulit dipenuhi&lt;br /&gt;Adanya larangan dalam memakai pewarna dari bahan kimia &lt;br /&gt;0.12&lt;br /&gt;0.07&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0.09&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0.05 &lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 &lt;br /&gt;0.48&lt;br /&gt;0.14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0.27&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0.05&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total   2,45&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internal factor Evaluation (IFE) matriks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah membuat IFE sama dengan EFE hanya IFE matriks yang didata adalah factor-faktor internal seperti Kekuatan dan Kelemahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh IFE Matriks dalam Industri Fashion&lt;br /&gt;Variable Internal yang Signifikan Bobot Rating Nilai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SDM yang cukup besar, berbakat, trampil dan kreatifitas cukup tinggi&lt;br /&gt;Pasar yang cukup besar dan tersebar luas&lt;br /&gt;Telah tumbuhnya sentra-sentra fashion di Indonesia&lt;br /&gt;Zat warna alami terbuka luas&lt;br /&gt;Corak/ ragam khas daerah sangat variatif &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0,16&lt;br /&gt;0.12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0.15&lt;br /&gt;0.14&lt;br /&gt;0.08 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0.64&lt;br /&gt;0.48&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0.60&lt;br /&gt;0.42&lt;br /&gt;0.24&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SDM yang tidak efisien&lt;br /&gt;Sulitnya mendapatkan modal&lt;br /&gt;Industri berkembang lambat&lt;br /&gt;Promosi kurang&lt;br /&gt;Rendahnya kepercayaan terhadap “made in Indonesia” &lt;br /&gt;0.05&lt;br /&gt;0.05&lt;br /&gt;0.12&lt;br /&gt;0.04&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0.09&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 &lt;br /&gt;0.10&lt;br /&gt;0.10&lt;br /&gt;0.12&lt;br /&gt;0.04&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0.09&lt;br /&gt;Total   2,83&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan IFE matriks di atas, terlihat bahwa SDM yang cukup besar, berbakat, trampil dan kreatifitas cukup tinggi merupakan hal yang penting diperhatikan dalam industry fashion dan merupakan kekuatan terbesar bagi industry fashion itu sendiri. Kemudian dalam segi pasar juga perlu mendapat perhatian yaitu tumbuhnya sentra-sentra fashion yang memiliki nilai 0,60.&lt;br /&gt;Secara umum posisi industry fashion cukup kuat dengan total nilai 2,83&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4180868712690555480-1045073518491110797?l=satyagraha64.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satyagraha64.blogspot.com/feeds/1045073518491110797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satyagraha64.blogspot.com/2009/08/membuat-external-factor-evaluation-efe.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4180868712690555480/posts/default/1045073518491110797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4180868712690555480/posts/default/1045073518491110797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satyagraha64.blogspot.com/2009/08/membuat-external-factor-evaluation-efe.html' title=''/><author><name>Pembelajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14484986163185445580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_Sthk11nvMTw/SnMTPfD9LHI/AAAAAAAAAFk/g7Op2AKhkZg/S220/iwanrs.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4180868712690555480.post-99685635408695443</id><published>2009-08-10T08:03:00.000-07:00</published><updated>2009-08-10T08:06:53.640-07:00</updated><title type='text'>Visi dan Misi Perusahaan</title><content type='html'>VISI DAN MISI PERUSAHAAN&lt;br /&gt;Setiap Organisasi senantiasa akan memiliki cita-cita ideal yang hendak dicapai. Cita-cita tersebut akan diperjuangkan agar jati dirinya semakin jelas, yakni citra nilai dan kepercayaan Organisasi. Sehingga setiap organisasi harus memiliki visi dan misi yang jelas dapat dicapai dan dapat terukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  Iwan Purwanto, SE. M.Pd  dalam bukunya berjudul Manajemen Strategi menyatakan Visi merupakan wawasan luas ke masa depan dari manajemen dan merupakan kondisi ideal yang hendak dicapai oleh perusahaan dimasa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Dr. Tjutju Yuniarsih dan Dr. Suwatno, M.Si menyatakan visi merupakan target stratejik masa depan. What do we want to become? Sedangkan Misi merupakan serangkaian aktivitas pokok yang menjadi fungsi utama organisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samuel C. Certo dan J. Paul peter menyatakan  An organization’s  Vision includes its aspirations, values, and philosophies at their most general leves. Mission Statements translate broad vision into more specific statements of organizational purpose.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah sebuah contoh Visi dan Misi dari PLN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VISI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakui sebagai Perusahaan Kelas Dunia yang Bertumbuh kembang, Unggul dan Terpercaya dengan bertumpu pada Potensi Insani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MISI &lt;br /&gt;a. Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait, berorientasi pada kepuasan pelanggan, anggota perusahaan, dan pemegang saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.&lt;br /&gt;MOTTO &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4180868712690555480-99685635408695443?l=satyagraha64.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satyagraha64.blogspot.com/feeds/99685635408695443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satyagraha64.blogspot.com/2009/08/visi-dan-misi-perusahaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4180868712690555480/posts/default/99685635408695443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4180868712690555480/posts/default/99685635408695443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satyagraha64.blogspot.com/2009/08/visi-dan-misi-perusahaan.html' title='Visi dan Misi Perusahaan'/><author><name>Pembelajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14484986163185445580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_Sthk11nvMTw/SnMTPfD9LHI/AAAAAAAAAFk/g7Op2AKhkZg/S220/iwanrs.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4180868712690555480.post-2558961476377872830</id><published>2009-08-10T07:59:00.000-07:00</published><updated>2009-08-10T08:03:24.608-07:00</updated><title type='text'>Ringkasan Manajemen Strategis</title><content type='html'>MATERI MANAJEMEN STRATEGIS&lt;br /&gt;1. Manajemen Strategis adalah seni dan ilmu penyusunan , penerapan, dan pengevaluasian keputusan-keputusan lintas fungsional yang dapat memungkinkan suatu perusahaan mencapai sasarannya.&lt;br /&gt;2. Manajemen Strategis adalah proses penetapan tujuan organisasi, pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai sasaran tersebut serta mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan merencanakan pencapaian tujuan organisasi.&lt;br /&gt;3. Manajemen Strategis mengkombinasikan aktivitas-aktivitas dari berbagai bagian fungsional suatu bisnis untuk mencapai tujuan organisasi.&lt;br /&gt;4. Manajemen Strategis merupakan aktivitas manajemen tertinggi yang biasanya disusun oleh Dewan Direksi dan dilaksanakan oleh CEO serta tim ekesekutif organisasi tersebut.&lt;br /&gt;5. Manajemen Strategis memberikan arahan menyeluruh untuk perusahaan dan terkait  erat dengan perilaku organisasi.&lt;br /&gt;ANALISIS SWOT (Strength, Weaknesses,  Opportunities, dan Threats)&lt;br /&gt;Adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi factor internal dan eksternal yang mendukung dan yang  tidak dalam mencapai tujuan tersebut&lt;br /&gt;Manajemen diri (Self Management)&lt;br /&gt;Manajemen diri adalah kemampuan untuk mengelola pikiran, perilaku dan perasaan dalam diri seseorang untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dalam manajemen diri terkandung  tiga unsur utama yakni perasaan (affection), perilaku (behavior) dan pikiran (cognition) yang kemudian disingkat ABC. Konsep menejemen diri ini mulai dikenalkan oleh Brian Yates (1989) dan pada tahun 1999 SM ini disempurnakan oleh O’Keefe dan Berger dalam bukunya yang berjudul Management on College student approach ABC. SM ini berguna bagi  siapa saja yang ingin mengelola dirinya dalam kehidupan yang lebih baik.&lt;br /&gt;Kartu skor Berimbang (BalancedScoreCard =BSC)&lt;br /&gt;BSC adalah suatu konsep untuk mengukur  apakah aktivitas-aktivitas operasional suatu perusahaan dalam skala yang lebih kecil sejalan dengan sasaran yang lebih besar dalam hal Visi dan strategi. BSC pertama kali dikembangkan  dan digunakan pada Analog devices  pada tahun 1987 dengan tidak berfokus hanya pada hasil financial melainkan  juga masalah manusia. BSC membantu memberikan pandangan yang lebih menyeluruh pada suatu perusahaan yang pada  gilirannya akan membantu organisasi untuk bertindak sesuai tujuan jangka panjangnya. Sistem MStrategis membantu manajer untuk berfokus pada ukuran kinerja sambil menyeimbangkan sasaran  financial dengan persfektif pelanggan proses dan karyawan.&lt;br /&gt;Pada tahun 1992 Robert  S. Kaplan dan David P. Norton mulai mempublikasikan kartu skor berimbang melalui rangkaian artikel-artikel jurnal dan buku The BSC pada tahun 1996. Sejak diperkenalkannya konsep aslinya BSC telah menjadi lahan subur untuk pengembangan teori dan penelitian  dan banyak praktisi  yang  telah menyimpang  dari  artikel asli Kaplan dan Norton. Kaplan dan Norton sendiri melakukan tinjauan ulang  terhadap konsep ini satu dasawarsa kemudian berdasarkan pengalaman penerapan yang mereka lakukan&lt;br /&gt;IAN COBBOLD L  and Gavin LAWRIE The development of the balanced scorecards as a strategic management  tool&lt;br /&gt;KPI = Key performance Indicators = Indikator Kinerja Kunci &lt;br /&gt;Dalam bahasa Indonesia  Metrik Financial ataupun non Finansial yang diggunakan untuk membantu suatu organisasi menentukan dan mengukur kemajuan terhadap sasaran organisasi. KPI digunakan dalam intelejen bisnis untuk menilai keadaan kini suatu bisnis dan menentukan suatu tindakan terhdap keadaan tersebut. KPI sering digunakan untuk menilai aktivitas-aktivitas yang sulit diukur seperti keuntungan pengembangan kepemimpinan, perjanjian, layanan dan kepuasan. KPI umumnya dikaitkan dengan strategi organisasi contohnya diterapkan oleh teknik-teknik BSC.&lt;br /&gt;KPI berbeda tergantung sifat dan strategi organisasi. KPI merupakan bagian kunci suatu sasaran terukur yang terdiri dari arahan. KPI tolok ukur target serta kerangka waktu. Sebagai contoh”meningkatkan pendapatan rata-rata pelanggan dari 10 ribu ke 15 Ribu rupiah pada akhir tahun 2008” Dalam contoh ini Pendapatan rata-rata per pelanggan adalah suatu KPI.&lt;br /&gt;PDCA= Plan Do Cek Act = Rencanakan, Kerjakan, Cek dan Tindaklanjuti&lt;br /&gt;Adalah suatu proses pemecahan masalah empat langkah iterative yang umum digunakan dalam pengendalian kualitas. Metode ini dipopulerkan oleh W. Edwards Deming yang sering dianggap sebagai Bapak pengendalian kualitas modern&gt; sehingga sering disebut siklus Deming. Deming sendiri selalu merujuk metode ini sebagai siklus SHEwHART ( Walter A. Shewhart) dijuluki Bapak Pengendalian Kualitas statis. &lt;br /&gt;Plan = Rencanakan. Meletakan sasaran dan proses yang dibutuhkan untuk memberikan hasil yang sesuai dengan spesifikasi.&lt;br /&gt;DO= Kerjakan= Implementas proses&lt;br /&gt;Chek =Cek Memantau dan mengevaluasi proses dan hasil terhadap sasaran dan spesifikasi serta melaporkan hasilnya.&lt;br /&gt;Act = Tindak Lanjuti. Menindaklanjuti hasil  untuk membuat perbaikan yang diperlukan. Ini berarti juga meninjau seluruh langkah dan memodifikasi proses untuk memperbaikinya sebelum implementasi berikutnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4180868712690555480-2558961476377872830?l=satyagraha64.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satyagraha64.blogspot.com/feeds/2558961476377872830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satyagraha64.blogspot.com/2009/08/ringkasan-manajemen-strategis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4180868712690555480/posts/default/2558961476377872830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4180868712690555480/posts/default/2558961476377872830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satyagraha64.blogspot.com/2009/08/ringkasan-manajemen-strategis.html' title='Ringkasan Manajemen Strategis'/><author><name>Pembelajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14484986163185445580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_Sthk11nvMTw/SnMTPfD9LHI/AAAAAAAAAFk/g7Op2AKhkZg/S220/iwanrs.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4180868712690555480.post-4196211387612224757</id><published>2009-08-10T07:57:00.000-07:00</published><updated>2009-08-10T07:58:50.574-07:00</updated><title type='text'>Strategi Sukses Menghadapi Ujian Nasional</title><content type='html'>Enam Strategi Sukses UN Terhormat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian Nasional merupakan ujian bukan hanya untuk siswa , tetapi juga bagi guru dan sekolah. Hasil akhir  kegiatan UN dapat  mengangkat  atau  menurunkan derajat guru dan sekolah yang bersangkutan. “Apa kata dunia” bila ada yang tidak lulus.&lt;br /&gt;.Kegiatan Ujian Nasional merupakan langkah terakhir mengantarkan siswanya kejenjang berikutnya., apakah siswa mau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi atau terjun ke dunia kerja?&lt;br /&gt;Pelaksanaan Ujian Nasional sekarang nampaknya masih menggunakan format seperti tahun 2008  dimana jumlah mata pelajaran yang di Ujiankan berjumlah enam mata pelajaran, seperti Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia ditambah untuk Program IPA mata pelajaran Fisika, Kimia dan Biologi,  sedangkan IPS Ekonomi, Sosiologi dan Geografi. &lt;br /&gt;Format UN 2008  adalah sesuai dengan isi Permen No. 77/2008 tentang Ujian Nasional SMA/MA tahun 2008/2009 pasal 14 menyebutkan  Pertama Peserta Ujian Nasional dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan Ujian Nasional sebagai berikut: memiliki nilai rata-rata minimal 5,50, untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak 2 mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya. Kedua tidak ada UN ulangan , artinya jika anak didik  memiliki nilai dibawah nilai minimal maka dianggap tidak lulus. Ketiga mata pelajaran yang di UN-kan bertambah tiga pelajaran. Ditambahnya tiga mata pelajaran yang di UN-kan mungkin sebagai jawaban atas ketidak setujuan masyarakat yang menyatakan nilai kelulusan tidak hanya ditentukan oleh tiga mata pelajaran.&lt;br /&gt; Bagaimana strategi agar nilai 5,50 bisa berhasil dengan terhormat. Ya terhormat, artinya tidak melalui  tim sukses yang “nyeleneh”. Atau sukses melalui SMS, dan cara gila lainnya.  &lt;br /&gt;Beberapa strategi  yang dapat ditempuh oleh guru-guru yang pelajarannya di UN-kan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Inventarisasi Soal-soal UN Substansial.&lt;br /&gt;Untuk mengiventarisasi soal-soal UN substantial. Pertama kumpulkan soal-soal  UN minimal 3 tahun kebelakang. Kedua  inventarisir soal-soal materi mana saja yang sering muncul. Ketiga amati dan pelajari Standar Kompetensi lulusan (SKL)  Dengan demikian maka kita memiliki pegangan materi yang substansial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kuasai  Bahan Ajar Inti.&lt;br /&gt;Penulis yakin bahwa semua guru kelas IX  di SMP dan kelas XII SMA telah menguasai semua bahan ajar. Namun tetap harus memperhitungkan materi esensial dua tingkat kelas dibawahnya dan mulai dikenalkan contoh contoh soal UN yang muncul tahun sebelumnya. Sebagai gambaran UN tahun 2008 dari jumlah soal 40  untuk tingkat SMA ,  soal kelas X berjumlah sekitar 20 %, kelas XI 60 % dan kelas XII 20 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Inventarisir peta kekuatan.&lt;br /&gt;Guru kelas IX atau kelas XII, sebaiknya sudah memiliki data kriteria siswa yang Sangat Cerdas (pasti lulus UN), Cerdas (kemungkinan lulus) dan kurang Cerdas (kemungkinan tidak lulus), bagi kriteria yang terakhir nampaknya guru harus super ekstra perhatian. Untuk melihat perkembangan prestasi siswa, maka setiap bulan sekolah harus mengadakan tes, dimana bobot soalnya setara dengan soal UN. Hasil tes tersebut akan menunjukkan mana siswa yang nilainya menurun dan meningkat. Jika terdapat siswa yang nilainya menurun maka harus segera ditangani, dan siswa yang tergolong sangat cerdas dan cerdas dilakukan pemantapan atau penguatan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Membuka “Konseling” Mata pelajaran UN.&lt;br /&gt;Konseling disini maksudnya konsultasi mata pelajaran yang di UN-kan. Mengingat dalam menghadapi UN setiap siswa mempunyai problematika sendiri-sendiri maka layanannya pun secara individual, sehingga seorang guru harus menginformasikan kapan layanan tersebut dibuka, tentunya sesuai dengan keberadaan  guru pada hari tersebut dan diluar jam pelajaran. Mengapa di luar jam pelajaran? hal ini agar siswa lebih nyaman, siap dan terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menyiapkan Soal Prediksi.&lt;br /&gt;Membuat soal Prediksi sendiri oleh guru menjadi sangat penting. Mengapa? Karena membikin soal prediksi bisa dikatakan sebagai “testing” kemampuan guru, apalah layak atau tidak. Dan ini merupakan salah satu bukti bahwa guru telah berikhtiar semaksimal mungkin, sehingga tidak hanya bisa menyalahkan siswanya saja bila ternyata ada siswa yang tidak lulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Berdoa&lt;br /&gt;Semua stakeholder yang berhubungan dengan pelaksanaan UN (Siswa, Guru, Kepala sekolah dan Orang tua) harus banyak berdoa agar pelaksanaan UN sukses, sebab telah terbukti bagaimana rahasia dibalik kekuatan doa , sungguh luar biasa.&lt;br /&gt;Apabila semua langkah ini dilaksanakan insya Allah strategi mencapai nilai minimal  5,50 atau lebih secara terhormat akan tercapai. Selamat menjalankan strategi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis,&lt;br /&gt;Drs. Iwan Rudi Setiawan&lt;br /&gt;Guru SMAN 1 Batujajar Kabupaten Bandung Barat dan Mahasiswa S2 Magister Manajemen Bisnis UPI Bandung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4180868712690555480-4196211387612224757?l=satyagraha64.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satyagraha64.blogspot.com/feeds/4196211387612224757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satyagraha64.blogspot.com/2009/08/strategi-sukses-menghadapi-ujian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4180868712690555480/posts/default/4196211387612224757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4180868712690555480/posts/default/4196211387612224757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satyagraha64.blogspot.com/2009/08/strategi-sukses-menghadapi-ujian.html' title='Strategi Sukses Menghadapi Ujian Nasional'/><author><name>Pembelajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14484986163185445580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_Sthk11nvMTw/SnMTPfD9LHI/AAAAAAAAAFk/g7Op2AKhkZg/S220/iwanrs.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4180868712690555480.post-8141724121078033250</id><published>2009-08-10T07:54:00.000-07:00</published><updated>2009-08-10T07:57:00.552-07:00</updated><title type='text'>Menyambut Siswa Baru dengan MOPD Tematik</title><content type='html'>Drs. Iwan Rudi Setiawan&lt;br /&gt;(Guru SMA PGRI Cililin dan SMAN 1 Batujajar)&lt;br /&gt;Setiap tahun ajaran baru disetiap persekolahan mulai tingkat SMP hingga Perguruan Tinggi, selalu diadakan orientasi studi atau di tingkat SMP dan SMA dikenal dengan istilah Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD). Namun dari waktu ke waktu selalu begitu dan begitu saja tidak terlalu banyak perubahan, hanya tahun 2007 ada sedikit perubahan yaitu dengan menyisipkan Emotional Spiritual Quentien (ESQ) ala Ary Ginanjar. Setelah itu kembali lagi ke gaya dulu lagi.&lt;br /&gt;Seperti namanya, “orientasi studi”, bertujuan untuk memberikan arah (orientasi) kepada anggota baru. Di lingkungan persekolahan agar lebih mengenal lingkungan persekolahan  seperti peraturan sekolah, kegiatan eskul , hingga cara belajar, kemudian  menunjukkan  ruang perpustakaan, laboratorium, tempat membayar SPP, dan  guru-guru  dan lain lain.&lt;br /&gt;MOPD   tak ubahnya hajat  OSIS, dimana para pengurus OSIS membuat berbagai kegiatan yang tentunya tujuannya  agar siswa baru  mengikuti jejak seniornya. Namun dalam upaya tebar pesona terkadang tidak sedikit pengurus OSIS yang over acting, sehingga mengakibatkan berjatuhnya korban seperti, Roy Aditya Perkasa  Calon Siswa SMAN 16 Surabaya.&lt;br /&gt;Meninggalnya Roy Aditya Perkasa, menurut keluarganya sehari sebelum meninggal merasakan kelelahan. (Media Indonesia 15/7)  Bagaimana tidak?  Biasanya ia bersekolah dari jam 07.00 sampai dengan jam 13.00. Sekarang MOPD berlangsung sampai jam 16.30, dan setiap harinya dibebani dengan tugas-tugas yang secara tidak langsung memberatkan calon siswa baru.&lt;br /&gt;Apa sih  tujuan dan  manfaat diadakannya MOPD. Ada beberapa tujuan atau manfaat dari program MOPD:&lt;br /&gt;1)Memperkenalkan calon anggota organisasi dengan organisasi yang bersangkutan dengan sangat cepat.&lt;br /&gt;2)Memperkenalkan dan menimbulkan hubungan baik antara anggota lama dan anggota baru.&lt;br /&gt;3)Menimbulkan rasa memiliki dan solidaritas.&lt;br /&gt;4)Mencari bakat-bakat dan kader (pemimpin) dari anggota baru.&lt;br /&gt;5)Mengajarkan disiplin.&lt;br /&gt;Jika hal tersebut yang menjadi acuannya, mengapa siswa harus membawa ini, itu, yang tentunya merepotkan semua keluarga siswa tersebut, dan tentu inilah yang dinamakan perpeloncoan, sebab jika tidak membawa yang diperintahkan seniornya, maka bersiap-siaplah untuk  mendapat bentakan ataupun hukuman push up, bending, dan lain-lain. Pihak sekolah tentunya tahu akan peristiwa ini Khususnya PKS Kesiswaan atau Pembina OSIS  namun selalu menutup mata atau pura-pura tidak tahu.&lt;br /&gt;Sebenarnya apa itu MOPD dan bagaimana cara membuat sebuah program MOPD  yang baik, dimana tujuan tercapai akan tetapi ekses negatif ditiadakan atau diminimalkan?&lt;br /&gt;Secara umum kegiatan MOPD terbagi kedalam tiga materi. Pertama materi umum menyangkut tata tertib sekolah, dinamika kelompok, dan pengenalan lingkungan. Kedua  materi  utama mengenalkan tentang Wawasan wiyatamandala , cara belajar di SMA. Bagian Terakhir adalah materi pendukung seperti  perkenalan dengan pengurus OSIS, Perkenalan jenis-jenis ektra kulikuler yang ada di sekolah tersebut, dan permainan-permainan, serta shalat berjamaah. &lt;br /&gt;Dave Meier dalam bukunya tentang “The Accelerated Learning Handbook” menunjukkan cara-cara untuk memberikan pembelajaran yang menarik dalam waktu singkat. Permainan-permainan, kuis, perlombaan dapat digunakan untuk memberikan pembelajaran yang efektif. Sebagai contoh, bisa dibuat sebuah perlombaan (setelah membagi peserta dalam beberapa kelompok) dengan materi mengenai program yang sedang dibahas. Dengan cara ini peserta MOPD mengetahui lebih dalam lagi mengenai program  tersebut. Pendekatan Accelerated Learning (AL)  menunjukkan bahwa orang lebih mudah menerima informasi jika dia dalam keadaan gembira, dan tanpa tekanan.&lt;br /&gt;Mengingat kegiatan MOPD ini dirasakan sangat penting maka perlu diadakan perbaikan agar betul-betul peserta MOPD setelah memasuki hari sekolah yang normal bisa beradaptasi dengan baik. Menurut penulis sebaiknya MOPD yang dilakukan harus memiliki tema, seperti SMAN 1 Batujajar bertemakan lingkungan, namun tidak hanya menyuruh peserta MOPD membawa tanaman atau sekedar membersihkan lingkungan, akan tetapi di dalam kelas perlu dilakukan kegiatan yang mengarahkan peserta kepada persoalan-persoalan lingkungan (Tema), yang selanjutnya dibahas oleh para peserta MOPD melalui strategi pembelajaran seperti  Team Game Tournament,Jigsaw ataupun melalui Numberel  Head Together (NHT) maka peserta MOPD akan lebih memahami lagi tentang manfaat  menjaga  lingkungan sekitarnya tentunya dengan cara yang sangat Fun.&lt;br /&gt;MOPD yang baik adalah kegiatannya benar-benar  dapat dirasakan manfaatnya baik oleh Peserta maupun penyelenggara.&lt;br /&gt; Hanya melalui MOPD Tematiklah, tujuan dan manfaat MOPD dapat tercapai. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---o0o---&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4180868712690555480-8141724121078033250?l=satyagraha64.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satyagraha64.blogspot.com/feeds/8141724121078033250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satyagraha64.blogspot.com/2009/08/menyambut-siswa-baru-dengan-mopd.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4180868712690555480/posts/default/8141724121078033250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4180868712690555480/posts/default/8141724121078033250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satyagraha64.blogspot.com/2009/08/menyambut-siswa-baru-dengan-mopd.html' title='Menyambut Siswa Baru dengan MOPD Tematik'/><author><name>Pembelajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14484986163185445580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_Sthk11nvMTw/SnMTPfD9LHI/AAAAAAAAAFk/g7Op2AKhkZg/S220/iwanrs.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4180868712690555480.post-740430185345565727</id><published>2009-08-10T07:53:00.000-07:00</published><updated>2009-08-10T07:54:36.977-07:00</updated><title type='text'>Prilaku Guru Kekinian</title><content type='html'>Haruskah Guru menjadi Egonomiks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiskinan akan menjatuhkan seseorang ke lembah kekafiran (Al-Hadist)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah Egonomics, sulit ditemukan dalam berbagai kamus baik kamus ekonomi maupun kamus umum (Besar) bahasa Indonesia. Istilah ini muncul dari pandangan Faith Popcorn  sebuah perusahaan konsultasi pemasaran yang meneliti tentang 10 trend utama dalam perekonomian AS. Egonomiks diartikan sebagai hasrat orang-orang untuk membentuk jati diri sehingga mereka akan dipandang dan diperlakukan berbeda dengan orang lain. Biasanya orang-orang ini akan membentuk kelompok kecil dengan misi yang sempit, dengan membeli pakaian, kosmetik, dan perlengkapan lain yang selalu ingin berbeda dengan kebanyakan orang.&lt;br /&gt;Seiring dengan meningkatnya kesejahteraan profesi guru maka hampir semua guru  sudah memiliki kendaraan  bermotor (roda dua) entah itu motor tua ataupun motor baru baik memperolehnya secara  tunai maupun kredit. Bahkan tidak sedikit yang sudah menggunakan roda empat baik yang keluaran terbaru ataupun yang seken (banyaknya).&lt;br /&gt;Dirasakan atau tidak Egonomiks ini telah merasuki prilaku guru, terkadang mereka membentuk kelompok kecil alias geng dengan anggotanya memiliki strata ekonomi yang sama, bahan pembicaraannya tentu saja seputar perpormance (penampilan), termasuk barang-barang yang mereka miliki dengan membagakan  kehebatan-kehebatannya. Dalam contoh kecil lihatlah Handphone (HP) yang dimilikinya, selalu berganti-ganti sejalan dengan model yang baru dikeluarkan oleh pabrik. Para guru pemilik laptop akan membentuk komunitas tersendiri. Mengapa demikian? Tentunya mereka mengindividualisasikan diri melalui kepemilikan agar diperlakukan berbeda dengan yang lain alias eksklusif.&lt;br /&gt;Apakah dengan tidak egonomiks ketinggalan jaman? Bapak-Ibu jangan khawatir sebab yang dilakukan oleh teman-teman kita itu tak seberapa dibandingan dengan artis, apalagi dengan para konglomerat, sebab kekayaan mereka jauh melebihi teman teman kita. Mungkin saja mereka tidak menyadari bahwa itu prilaku egonomiks, namun bila dipertahankan bisa - bisa menjadi egomania  &lt;br /&gt;Memang seorang guru harus berpenampilan rapih, namun tidak identik harus berpakaian yang bagus dan mahal. Seorang gurupun harus mengkonsumsi makanan yang bergizi bila tidak, akan berpenampilan loyo yang pada akhirnya berpengaruh kepada murid-muridnya jadi ikut-ikutan loyo, namun tidak seharusnya selalu mendatangi tempat makanan cepat saji. Seorang gurupun membutuhkan perumahan yang nyaman agar tugas-tugasnya yang banyak dikerjakan dirumah dapat dikerjakan dengan baik, namun tidak terlalu menghayal untuk memiliki  rumah yang besar dan mewah.&lt;br /&gt;Tidak bijak bila sosok guru yang menjadi tauladan dan identik dengan prototife kesederhanaan dalam penampilan dan prilaku , memaksakan diri untuk kaya atau ingin dianggap kaya raya oleh masyarakat banyak , yang pada ujung-ujungnya terjerat hutang, akibat tergiur oleh  banyaknya lembaga keuangan yang menawarkan pinjaman dengan syarat-syarat yang mudah. tanpa memperhitungkan kedepannya.Bila sudah terjadi demikian maka yang berakibat tugas mulianya jadi terbengkalai dan bahkan suasana rumah tangga yang seharusnya adem ayem menjadi bak neraka dunia, suami istri menjadi sering cekcok, dan anak tidak terperhatikan.&lt;br /&gt;Agar tidak terjadi seperti di atas, maka sebaiknya tetaplah berjiwa besar, Qonaah, sembari kreatif mencari cara bijak untuk lebih meningkatkan  ekonomi keluarga dan jangan sampai menggadaikan iman kita dan anggota keluarga serta hindari egonomiks. Sebab prilaku Egonomiks tidak pantas diperbuat oleh seorang Guru &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis,&lt;br /&gt;Drs. Iwan Rudi Setiawan&lt;br /&gt;Guru SMAN 1 Batujajar Kab. Bandung Barat dan Mahasiswa (S2) Magister Manajemen Bisnis UPI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4180868712690555480-740430185345565727?l=satyagraha64.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satyagraha64.blogspot.com/feeds/740430185345565727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satyagraha64.blogspot.com/2009/08/prilaku-guru-kekinian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4180868712690555480/posts/default/740430185345565727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4180868712690555480/posts/default/740430185345565727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satyagraha64.blogspot.com/2009/08/prilaku-guru-kekinian.html' title='Prilaku Guru Kekinian'/><author><name>Pembelajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14484986163185445580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_Sthk11nvMTw/SnMTPfD9LHI/AAAAAAAAAFk/g7Op2AKhkZg/S220/iwanrs.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4180868712690555480.post-7380127496372698283</id><published>2009-08-10T07:50:00.000-07:00</published><updated>2009-08-10T07:52:56.053-07:00</updated><title type='text'>Menapaki Ekonomi Syariah</title><content type='html'>Mencari Format Baru Pendidikan Ilmu Ekonomi &lt;br /&gt;Dalam Konteks Ke- Indonesiaan&lt;br /&gt;Mustafa E. Nasution, Phd&lt;br /&gt;(Tim Pengkaji Timur Tengah Pascasarjana UI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah ini disampaikan pada Seminar Nasional di Gedung Pertemuan UPI pada tanggal 25 November 2008. dengan materi pembahasan 1. Tentang Ekonomi Kerakyatan versus Ekonomi Islam 2. Pengembangan kurikulum Ekonomi syariah.&lt;br /&gt;Dalam pendahuluannya  dinyatakan bahwa hubungan antara ilmu ekonomi dan praktik ekonomi merupakan dua hal yang tidak terpisahkan, Kemudian dikemukakan pula bahwa dalam Ilmu ekonomi konvensional, ilmu menjadi dasar untuk pembambilan keputusan. Namun tidak dijelaskan mengenai ilmu ekonomi modern.&lt;br /&gt;Pengamatan terhadap praktik menjadi’output’ untuk menyempurnakan ilmu.&lt;br /&gt;Krisis keuangan Global 2008 yang kita alami sekarang ini merupakah salah satu dampak dari sistem kapitalis liberalis, dimana bertumpuknya keuangan di beberapa perusahaan dan perusahaan tersebut mengalami mis manajemen, maka imbasnya hampir dirasakan oleh semua Negara.&lt;br /&gt;Itulah sebabnya mengapa konseptor Ekonomi Indonesia (Dr. Moh. Hatta) jelas-jelas menolak system kapitalis liberalis, sehingga beliau menganjurkan system ekonomi usaha bersama berdasarkan kekeluargaan dan gotong royong. Hanya yang terlintas dalam pikiran beliau adalah koperasi.&lt;br /&gt;Berjalannya jaman akhirnya ekonom-ekonom bangsa Indonesia mempelajari ekonomi di berbagai kampus, sayangnya text book ilmu ekonomi yang dipelajarinya adalah berdasarkan pengalaman Amerika tepatnya ilmu ekonomi Neo klasik dan keynessian. Sehingga mau tidak mau ilmu tersebut diterapkan di Indonesia , akhirnya Indonesia banyak mengembangkan praktik ekonomi barat, baik  dalam tataran pelaku usaha, konsumen maupun pengambilan kebijakan.&lt;br /&gt;Sehubungan dengan mulai merambahnya praktik ekonomi barat yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia bahwa praktik tersebut tidak cocok menurut istilah nara sumber  terjadi benturan antara metode dan konsep sistem ekonomi yang digunakan dengan budaya, nilai dan karakter masyarakat, sehingga munculah istilah-istilah system  ekonomi di Indonesia mulai sistim ekonomi terpimpin (berencana) sampai sistim ekonomi Pancasila  (Demokratis). Namun dalam prakteknya tetap saja yang digunakan hampir mendekati kepada sistim kapitalis liberalis, dimana sistim ini telah menyebabkan dan membawa kemiskinan serta kemelaratan pada rakyat banyak, melalui explotation de l’homme par l’homme. &lt;br /&gt;Dengan telah terjadinya benturan tersebut maka nara sumber memberikan system ekonomi alternative yaitu system ekonomi kerakyatan dan system ekonomi islam. Tentu saja tujuan dipilihnya system ekonomi tersebut memiliki tujuan yaitu mensejahterakan masyarakat &lt;br /&gt;Dalam praktiknya antara ekonomi Islam dan ekonomi kerakyatan memilik perbedaan yang mendasar seperti berikut ini :&lt;br /&gt; Ekonomi Syariah Ekonomi kerakyatan&lt;br /&gt;Ontologi Perintah Allah untuk bermuamalah(Ekonomi) sesuai dengan Al-Qur’an dan hadits Praktik ekonomi masyarakat di Indonesia&lt;br /&gt;Epistemologi Sumber hokum Islam Al-Qur”an, Hadits, Ijma dan Ijtihad Berpedoman kepada Pasal 33 UUD 45 dan Pancasila&lt;br /&gt;Aksiologis Manifestasi dari pelaksanaan hukum islam di bidang muamalah / ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dunia/ akhirat Pengembangan ekonomi masyarakat local berdasarkan moralitas, demokratik dan manfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang telah terjadi pada waktu dulu sekitar tahun 1984-an Dr. Mubyarto Dosen UGM telah mengusulkan sistim Ekonomi Pancasila, namun dalam praktiknya tetap adalah system Neo Klasik dan Keynessian. Kenapa? Kembali lagi ke awal bahwa dalam otak ekonom-ekonom Indonesia yang ada adalah system ekonomi Amerika. Mengapa tidak Ekonomi Syari’ah?&lt;br /&gt;Literatur tentang ekonomi islam telah ada  semenjak tahun 891 Masehi/ 204 Hijriah , yaitu Kitab Al-Kharaj dan Al-Qur’an Nafaqat  yang ditulis oleh Al-Hasan Bin Al-Lu’lui hingga Ustaz Abu A’la Al-Maududi pada tahun 1937 an.&lt;br /&gt;Yang jadi pertanyaanya adalah kenapa Umat islam tidak menjalankannya? Jawabnya adalah secara psikologis dunia islam sendiri memang berada dipersimpangan jalan di satu sisi Islam yang mereka imani hanya hadir dalam konsep, tetapi absen dari realisasi, sementara isme lain yang mereka ingkari justru hadir dalam konsep dan relitas sekaligus. (Drs. Ahmad Izzan, M,Ag; Referensi ekonomi Syariah;2007).  &lt;br /&gt;Akhirnya apabila kita ingin menerapkan ekonomi syariah maka solusinya adalah dengan mengajarkan system ekonomi syariah dari mulai sekolah informal sampai ke sekolah Formal mulai dari tingkat SD, SMP, SMA dan Para mahasiswa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=======  IWAN RUDI SETIAWAN,  NIM 0808197======&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4180868712690555480-7380127496372698283?l=satyagraha64.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satyagraha64.blogspot.com/feeds/7380127496372698283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satyagraha64.blogspot.com/2009/08/menapaki-ekonomi-syariah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4180868712690555480/posts/default/7380127496372698283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4180868712690555480/posts/default/7380127496372698283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satyagraha64.blogspot.com/2009/08/menapaki-ekonomi-syariah.html' title='Menapaki Ekonomi Syariah'/><author><name>Pembelajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14484986163185445580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_Sthk11nvMTw/SnMTPfD9LHI/AAAAAAAAAFk/g7Op2AKhkZg/S220/iwanrs.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4180868712690555480.post-5000175644077559881</id><published>2009-08-10T07:45:00.000-07:00</published><updated>2009-08-10T07:49:36.696-07:00</updated><title type='text'>Karier Guru</title><content type='html'>Guru dan Pengembangan Karier&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis Drs, Iwan Rudi Setiawan&lt;br /&gt;Guru SMA PGRI Cililin Dan SMAN 1 Batujajar Kab. Bandung Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar Belakang Masalah &lt;br /&gt;Dilapangan sering kita temui,prototife seorang guru yang  tergolong  guru yang rajin, jujur, berpengalaman dan loyalitas yang tinggi, namun dari awal karier hingga akhir karier atau pensiun (retirement) jabatannya tetap guru, ada apa ini?&lt;br /&gt;Hampir setiap dua tahun sekali Kantor Dinas pendidikan selalu menyelenggarakan seleksi untuk memilih seorang guru menjadi Kepala sekolah, dan pada umumnya setiap sekolah mengirimkan dua wakilnya untuk mengikuti seleksi tersebut, dari sekian puluh peserta yang mengikuti seleksi yang dibutuhkan tidak lebih dari 5 orang peserta saja. &lt;br /&gt;Pemilihan peserta yang lolos seleksi selalu menimbulkan tanda Tanya bagi peserta lainnya, bahkan tidak sedikit yang berprasangka buruk, hal ini memang merupakan suatu kewajaran karena ukuran-ukuran untuk menjadi seorang Kepala sekolah itu kurang jelas bahkan tidak transparan.&lt;br /&gt;Berdasarkan permasalahan tersebut maka penulis ingin mengangkat masalah “bagaimanakah proses pengangkatan Kepala sekolah, khususnya ditingkat SMA/SMK dilingkungan Kabupaten Bandung Barat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan Masalah  &lt;br /&gt;Seorang Guru/pegawai seyogyanya sudah memiliki rencana dan pengembangan karier, artinya 10 atau 20 tahun yang akan datang jabatan apa yang dapat dicapai. Walaupun disadari atau tidak bahwa perencanaan karier tidak akan menjamin karier seseorang akan berkembang. Namun dengan perencanaan karier setidaknya akan lebih baik, sehingga ketika kesempatan muncul dan kita memiliki kesiapan maka kesempatan pengembangan karier dapat diraihnya. Selanjutnya dengan memiliki rencana pengembangan karier maka dalam setiap melaksanakan tugas, akan dilakukannya seoptimal mungkin tentunya demi meraih prestasi.&lt;br /&gt;Setingkat SMP atau SMA ada tingkatan jabatan karier seperti Wali Kelas, Pembina Osis, atau Wakil Kepala, dan posisi yang terakhirlah  banyak diincar oleh para guru, sebab posisi yang terakhirlah adalah merupakan jenjang untuk meraih posisi berikutnya yaitu Kepala sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Berdasarkan data yang ada di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bandung Barat, banyaknya SMA Negeri dan Swasta berjumlah 33 Sekolah, dan SMK Negeri dan Swasta berjumlah 14 sekolah. Sementara jumlah seluruh Guru SMA/ SMK negeri dan swasta berjumlah 1232 orang terdiri dari Guru Laki-laki sebanyak 658 dan guru Perempuan berjumlah 574 orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  Veithzal Rivai (2004: 281) Karier adalah jabatan yang diduduki seseorang dalam kehidupan kerjanya.Sedangkan menurut Tjutju Yuniarsih dan Suwatno ( 2008:139). Pengembangan karier adalah outcomes atau hasil yang berasal dari interaksi antara individu dengan proses manajemen karier organisasi. Setiap individu yang bekerja pasti memiliki harapan agar dapat meraih posisi atau kedudukan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat-syarat  menjadi Kepala Sekolah &lt;br /&gt;Menurut Permendiknas no 13 tahun 2007 tentang Standar Kepala sekolah dan Madrasah. Bahwa Syarat menjadi Kepala Sekolah harus memiliki Kualifikasi Umum dan Khusus. Kualifikasi Umum meliputi Pendidikan, harus berijazah terakhir setingkat S1 atau D4, Usia tidak lebih dari 56 tahun, memiliki Pengalaman sekurang kurangnya 5 tahun dan memiliki Pangkat/ golongan setara dengan III/c.&lt;br /&gt;Sedangkan Kualifikasi khusus yang harus dimiliki yaitu Kepribadian, Manajerial, Kewirausahaan, supervisi dan social. Selengkapnya dapat dilihat syarat-syarat menjadi Kepala Sekolah :&lt;br /&gt;A.KUALIFIKASI&lt;br /&gt;Kualifikasi Kepala Sekolah/Madrasah terdiri atas Kualifikasi Umum, dan Kualifikasi Khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kualifikasi Umum Kepala Sekolah / Madrasah adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) kependidikan atau nonkependidikan pada perguruan tinggi yang terakreditasi;&lt;br /&gt;b. Pada waktu diangkat sebagai kepala sekolah berusia setinggi-tingginya 56 tahun;&lt;br /&gt;c. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya5 (lima) tahun menurut jenjang sekolah masing-masing, kecuali di Taman Kanak-kanak /Raudhatul Athfal(TK/RA) memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun di TK/RA; dan&lt;br /&gt;d.Memiliki pangkat serendah-rendahnya III/c bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan bagi non-PNS disetarakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga yang berwenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Kualifikasi Khusus Kepala Sekolah/Madrasah meliputi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliya (SMA/MA) adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1)Berstatus sebagai guru SMA/MA;&lt;br /&gt;2)Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMA/MA;dan&lt;br /&gt;3)Memiliki sertifikat kepala SMA/MA yang diterbitkanoleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah AliyahKejuruan (SMK/MAK) adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1)Berstatus sebagai guru SMK/MAK;&lt;br /&gt;2)Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMK/MAK; dan&lt;br /&gt;3)Memiliki sertifikat kepala SMK/MAK yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.KOMPETENSI DIMENSI&lt;br /&gt;1. Kepribadian&lt;br /&gt;1.1Berakhlak mulia, mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia, dan menjadi teladan akhlak&lt;br /&gt;       mulia bagi komunitas disekolah/madrasah.&lt;br /&gt;1.2Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin.&lt;br /&gt;1.3Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai kepala sekolah/madrasah.&lt;br /&gt;1.4Bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi.&lt;br /&gt;1.5Mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan sebagai kepala sekolah/&lt;br /&gt;       madrasah.&lt;br /&gt;1.6Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Manajerial&lt;br /&gt;2.1 Menyusun perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan perencanaan.&lt;br /&gt;2.2 Mengembangkan organisasi sekolah/madrasah sesuai dengan kebutuhan.&lt;br /&gt;2.3 Memimpin sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan sumber daya sekolah/ madrasah&lt;br /&gt; secara optimal.&lt;br /&gt;2.4Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajar&lt;br /&gt;yang efektif.&lt;br /&gt;2.5.Menciptakan budaya dan iklimsekolah/ madrasah yang kondusif dan inovatif bagi pembela- &lt;br /&gt; jaran peserta didik.&lt;br /&gt;2.6Mengelola guru dan staf dalamrangka pendayagunaan sumberdaya manusia secara optimal.&lt;br /&gt;2.7Mengelola sarana dan prasaranasekolah/ madrasah dalam rangka pendayagunaan secara&lt;br /&gt; optimal.&lt;br /&gt;2.8Mengelola hubungan sekolah/madrasah dan masyarakat dalam rangka pencarian dukungan&lt;br /&gt;ide, sumber belajar, dan pembiayaan sekolah/ madrasah.&lt;br /&gt;2.9Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru, dan penempatan dan&lt;br /&gt; pengembangan kapasitas peserta didik.&lt;br /&gt;2.10Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah dan&lt;br /&gt; tujuan pendidikan nasional.&lt;br /&gt;2.11Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel,&lt;br /&gt; transparan, dan efisien.&lt;br /&gt;2.12Mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam mendukung pencapaian tujuan&lt;br /&gt; sekolah/madrasah.&lt;br /&gt;2.13Mengelola unit layanan khusus sekolah/ madrasah dalam mendukung kegiatan pembelajaran&lt;br /&gt; dan kegiatan peserta didik disekolah/madrasah.&lt;br /&gt;2.14Mengelola sistem informasi sekolah/madrasah dalam mendukung penyusunan program dan&lt;br /&gt;pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;2.15Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen&lt;br /&gt; sekolah/madrasah.&lt;br /&gt;2.16Melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan sekolah/&lt;br /&gt; madrasah dengan prosedur yang tepat, serta merencanakan tindak lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kewirausahaan&lt;br /&gt;3.1Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangansekolah/madrasah.&lt;br /&gt;3.2Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah sebagai organisasi&lt;br /&gt;   pembelajar yang efektif.&lt;br /&gt;3.3Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya &lt;br /&gt;    sebagai pemimpin sekolah/madrasah.&lt;br /&gt; 3.4Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala yang&lt;br /&gt;    dihadapi  sekolah/madrasah.&lt;br /&gt;3.5Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah/madrasah&lt;br /&gt;    sebagai sumber belajar peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Supervisi&lt;br /&gt;4.1Merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme&lt;br /&gt;guru.&lt;br /&gt;4.2Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan&lt;br /&gt; teknik supervisi yang tepat.&lt;br /&gt;4.3Menindaklanjuti hasil supervise akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan&lt;br /&gt; profesionalisme guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sosial&lt;br /&gt;     5.1 Bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah/madrasah&lt;br /&gt;     5.2 Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.&lt;br /&gt;     5.3 Memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja dari persyaratan yang sudah diturunkan berdasarkan permen tersebut yang begitu banyak dan ngejelimet, maka diperlukan terobosan-terobosan untuk memenuhi persyaratan tersebut. &lt;br /&gt;Beberapa hal yang perlu diterobos oleh seorang guru guna pengembangan karier; Pertama &lt;br /&gt;Membangun diri  (Self develops), Membangun diri sendiri adalah  sebagai upaya untuk meraih kesempatan maka kita perlu melakukan kesiapan (kemampuan). Kesiapan ini dapat ditempuh melalui mengikuti diklat, pelatihan-pelatihan atau melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan telah memiliki kesiapan-kesiapan maka apabila ada kesempatan maka kita tidak akan menyia-nyiakan kesempatan, tentunya biasanya kesempatan tidak akan datang dua kali.&lt;br /&gt;Kedua . Prestasi kerja (job performance), dengan bekal yang telah kita miliki maka selanjutnya menunjukkan prestasi kerja (kinerja) yang baik, sebab pengembangan karier umumnya terletak pada kinerja dan atau prestasi. Prestasi kerja merupakan faktor yang paling dominan untuk meningkatkan dan mengembangkan karier seorang guru. Prestasi kerja ini merupakan bahan penilaian kinerja seorang guru. Berdasarkan prestani inilah seorang Kepala pada saatnya  nanti akan mengusulkan kepada atasannya untu meningkatkan karier bawahannya. Walaupun usulan tersebut terkadang selalu berdasarkan Daftar Urutan kepegawaian (DUK), namun bukan hal yang mustahil apabila kita memiliki segudang prestasi, kepala akan melirik kita untuk mengajukannya. &lt;br /&gt;Ketiga, Kesetiaan terhadap organisasi (organizational loyality) artinya seberapa jauh seorang guru loyal terhadap keputusan-keputusan yang telah dibuat oleh Kepala. Apakah banyak menentangnya atau mendukung. Tentu saja yang sangat diharapkan adalah selalu mendukung dan menjalankan, dan tentunya kita selalu memberikan masukan-masukan program yang sesuai .dengan visi dan misi yang telah direncanakan oleh Kepala sekolah.  Inilah salah satu bentuk loyalitas. Tentunya tidak menggunakan Pilsafat Kodok (jilat atas sikut kiri-kanan dan injak bawah) &lt;br /&gt;Keempat. Pembimbing dan sponsor (mentors and sponsors), Pembimbing adalah orang yang memberikan nasihat-nasihat atau saran-saran kepada seseorang dalam upaya mengembangkan karier. Sedangkan sponsor adalah seseorang yang sangat penting karena dapat menciptakan kesempatan bagi guru untuk mengembangkan karier. Pembimbing dan sponsor ini bisa saja kepala sekolah atau kepala-kepala lainnya yang berhubungan dengan pengembangan karier  guru yang harus terus didekati..&lt;br /&gt;Kelima. Jaringan kerja (net working), Hubungan dengan Pembimbing dan sponsor terus dibina dengan melakukan kontak pribadi dan professional dalam artian hubungan tersebut jangan sampai putus bahkan harus ditambah dengan organisasi-organisasi profesi seperti PGRI atau sesama guru  terus dijalin, dimana nantinya dapat memberikan akses kepada seseorang yang bisa jadi penting meningkatkan karier.  &lt;br /&gt;Apabila kelima langkah tersebut telah ditempuh namun posisi yang diharapkan belum juga dapat diraih, maka keberuntungan atau Allah belum meridhoi kita untuk menempati posisi tersebut, artinya kita tetap harus bersabar dan dan banyak berdoa. Menurut Rhenal Kasali banyak-banyaklah melakukan monolog dalam artian instropeksi pada diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Pustaka &lt;br /&gt;1. Dessler, Gary, 2006,Manajemen Sumber Daya Manusia, Klaten: PT. Intan Sejati Klaten.&lt;br /&gt;2. Tjutju Yuniarsih, dan Suwatno, 2008, Manajemen Sumber Daya Manusia, Bandung: CV Alfabeta.&lt;br /&gt;3. Veithzal, Rivai, 2004, Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan,Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  PERATURAN  MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL  NOMOR 13 TAHUN 2007 TANGGAL 17 APRIL 2007 TENTANG  STANDAR KEPALA SEKOLAH/MADRASAH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4180868712690555480-5000175644077559881?l=satyagraha64.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satyagraha64.blogspot.com/feeds/5000175644077559881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satyagraha64.blogspot.com/2009/08/karier-guru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4180868712690555480/posts/default/5000175644077559881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4180868712690555480/posts/default/5000175644077559881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satyagraha64.blogspot.com/2009/08/karier-guru.html' title='Karier Guru'/><author><name>Pembelajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14484986163185445580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_Sthk11nvMTw/SnMTPfD9LHI/AAAAAAAAAFk/g7Op2AKhkZg/S220/iwanrs.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4180868712690555480.post-3663308911874316929</id><published>2009-08-10T07:44:00.000-07:00</published><updated>2009-08-10T07:45:16.420-07:00</updated><title type='text'>Mendidik siswa jadi Saudagar</title><content type='html'>Mendidik  Siswa jadi Saudagar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perhatikan olehmu sekalian perdagangan, sesungguhnya perdagangan itu ada 9 (sembilan) dari (10) sepuluh pintu rejeki” (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;Tengoklah gudang sekolah, kita akan menemui banyak pekerjaan (kriya)  siswa yang terbuang sia-sia, seolah-olah pekerjaan atau tugas siswa tersebut tidak ada harganya. Mengapa demikian? &lt;br /&gt;Sense of Saudagar atau  wirausaha alias Entrepreneurship, pada umumnya tidak dimiliki oleh Bapak atau Ibu Guru, sehingga pekerjaan anak hanya dinilai lalu dibuang, yang bagus paling-paling hanya ditempelkan di dinding kelas, tidak ada upaya dan rencana  untuk dijual kembali kepada pihak lain yang membutuhkan, padahal sang anak telah membuatnya dengan susah payah. Sesungguhnya hasil Karya anak banyak sekali yang bagus-bagus dan layak untuk dijual, apabila hal tersebut dilakukan maka sungguh suatu kebanggan yang luar biasa dan tiada tandingannya bagi si anak.&lt;br /&gt;Istilah Saudagar pada jaman dahulu diartikan sebagai pedagang besar, namun saat ini tidak begitu populer dibadingkan dengan istilah wirausaha,  walaupun dalam kehidupan sehari-hari dianggap memiliki pengertian yang sama yaitu pengusaha. Secara etimologi kata tersebut berbeda arti. Saudagar  berasal dari bahasa sansekerta, yang terdiri dari kata Sau berarti seribu dan dagar artinya akal, Jadi Saudagar mengandung makna orang yang memiliki seribu akal. Contoh para pengusaha Kaos Persib dengan adanya larangan dari pihak PSSI bahwa bobotoh tidak diperbolehkan menonton dengan menggunakan atribut bobotoh persib atau Viking. Bagi yang sudah menjadi saudagar, hal ini merupakan tantangan dan sekaligus lahan untuk melakukan diversifikasi (usaha lain), dengan demikian ia akan mengeluarkan produk baru, atau menutupi kejenuhan konsumen yang kalau menonton harus memakai kaos itu-itu lagi. &lt;br /&gt;Sedangkan wirausaha terdiri dari kata Wira yang artinya manusia unggul, berbudi luhur dan memiliki keagungan, Usaha artinya bekerja. Diterjemahkan secara bebas menjadi berusaha sendiri. &lt;br /&gt;Apabila seorang guru memiliki sense of saudagar  maka ia dapat memberikan insiprasi yang luar biasa kepada muridnya, tentunya di masa depan banyak murid  menjadi seorang saudagar (Entrepreneur) besar. Contoh Alm Atang Ruswita atau Ricky Ganjani pemilik alat musik Dinasti merintis karir semenjak duduk di bangku SMA. Artinya masa SMA adalah waktu yang tepat untuk mencoba-coba menekuni usaha atau menimba ilmu kewirausahaan. Anak-anak SMA sekarang banyak yang memiliki ide kreatifnya sangat tinggi, sehingga kemungkinan untuk menciptakan industri kreatif sangat tinggi  &lt;br /&gt;Bagaimanakah seorang guru dapat menciptakan seorang Saudagar? Tentunya dengan memberikan tugas kepada siswa untuk membuat barang yang dapat dijual. Semua guru mata pelajaran dapat mendidik siswa jadi saudagar, walaupun ide ini sangat sulit diterapkan dan butuh waktu yang lama. Misalnya Guru Mata pelajaran Kimia dapat mempraktekkan pembuatan sabun, shampo, minyak rambut, dan lain-lain. Guru  Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris menugaskan membuat pepatah (Kata Mutiara) yang dibuat dengan tulisan indah kemudian dibingkai. Guru Matematika menugaskan penulisan rumus-rumus matematika. Guru PAI membuat Kaligrafi, dan  Guru Ekonomi membimbing siswanya agar dapat menjual barang teman-temannya.&lt;br /&gt;Melalui cara tersebut siswa akan membuat tugas secara sungguh-sungguh tidak asal-asalan yang pada umumnya dilakukan, sebab dalam prolognya disebutkan tugas yang akan mendapat nilai adalah apabila barang buatannya laku atau terjual. Agar barangnya laku siswa diberikan pengetahuan berkolaborasi dengan orang lain.&lt;br /&gt;Dampak positif yang diperoleh , adalah melatih siswa untuk menciptakan kebiasan mencipta dan berinovasi  (creating and inovating habit) serta melihat peluang untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai melalui latihan-latihan yang telah diberikan..&lt;br /&gt;Kemudian, siswa akan memahami bagaimana seluk beluknya usaha, memiliki pengalaman berkolaborasi dengan orang lain dan mengerti tentang  keuntungan dan resiko bisnis yang dihadapi. Pengaruh yang paling mendasar dan sangat berharga adalah terbentuknya kebanggaan dan kepercayaan dirinya yang besar.&lt;br /&gt; Pada akhirnya mendidik siswa menjadi saudagar tidak hanya menjadikan siswa sebagai pengusaha, namun lebih jauh lagi dapat memoles siswa yang mampu menjawab setiap tantangan dan dengan cerdas dapat mencari solusi yang tepat guna dan berdaya guna.  &lt;br /&gt;Menurut Ketua Program Studi Ekonomi Koperasi UPI Bandung, Dr. Kusnendi, MS, (PR16/1) menyatakan  bahwa pendidikan ekonomi yang baik mampu membuat siswa menjadi ” melek ekonomi” , artinya, jika ia menjadi Konsumen maka akan menjadi konsumen yang kritis. Sedangkan  apabila ia menjadi produsen maka menjadi produsen yang bertanggung jawab, dan jika ia menjadi pekerja, maka ia akan menjadi pekerja yang produktif.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah disini untuk menjadikan siswa yang melek ekonomi salah satu caranya dengan  pembekalan mendidik siswa  jadi saudagar, yang pada akhirnya apabila siswa telah tamat, maka ia memiliki bekal untuk menghadapi hidup dan tidak terlunta-lunta mencari pekerjaan ke berbagai perusahaan. Sehingga tamatan SMA tidak lagi penyumbang terbesar pengangguran dari tahun ke tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis,&lt;br /&gt;Drs. Iwan Rudi Setiawan&lt;br /&gt;Pengurus MGMP Ekonomi Provinsi Jawa Barat dan Kab. Bandung Barat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4180868712690555480-3663308911874316929?l=satyagraha64.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satyagraha64.blogspot.com/feeds/3663308911874316929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satyagraha64.blogspot.com/2009/08/mendidik-siswa-jadi-saudagar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4180868712690555480/posts/default/3663308911874316929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4180868712690555480/posts/default/3663308911874316929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satyagraha64.blogspot.com/2009/08/mendidik-siswa-jadi-saudagar.html' title='Mendidik siswa jadi Saudagar'/><author><name>Pembelajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14484986163185445580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_Sthk11nvMTw/SnMTPfD9LHI/AAAAAAAAAFk/g7Op2AKhkZg/S220/iwanrs.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4180868712690555480.post-2255799718654323921</id><published>2009-08-10T07:21:00.001-07:00</published><updated>2009-08-10T07:43:48.836-07:00</updated><title type='text'>Return on Investment Pendidikan</title><content type='html'>Return on Investment Biaya Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Obsesi masyarakat pinggiran menyekolahkan anaknya agar suatu saat memperoleh penghidupan yang layak, tidak seperti orang tuanya sekarang ini. Oleh karena itu berapapun besarnya biaya pendidikan akan dibayarnya  &lt;br /&gt;Kualitas pendidikan dapat dilihat dari nilai tambah (Value added) yang dihasilkan dari lembaga pendidikan baik output maupun pelayanannya. Lulusan pendidikan yang bermutu sudah  semestinya memiliki kemampuan dan keterampilan  yang relevan  dengan tuntutan dunia kerja dan dapat menjawab tantangan dunia yang semakin kompleks atau Globalisasi (Kesejagatan)&lt;br /&gt;Rate of Return adalah istilah dalam investasi yang diartikan sebagai nilai balik modal atau pulang pokok adalah sebagai hasil atau keuntungan dari kegiatan investasi, dimana pengertian Investasi secara sederhana diartikan sebagai penanaman modal terhadap kegiatan usaha, dengan harapan  akan memberikan keuntungan dikemudian hari.&lt;br /&gt;Investasi di bidang Pendidikan dapat dikatakan sebagai katalisator utama pengembangan SDM, dengan anggapan bahwa semakin terdidik seseorang, semakin tinggi pula tingkat kesadarannya terhadap partisipasinya dalam organisasi/ kegiatan lainnya.(Tjutju;Suwatno).&lt;br /&gt;Sebaliknya, bagi orangtua yang mampu, sekolah merupakan investasi, layaknya dalam perdagangan. Mereka berkeyakinan, sekolah mahal itulah yang akan mampu mendidik anak mereka menjadi berkualitas. Akibatnya, ada pula orangtua yang rela berutang untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah yang diyakini berkualitas tersebut. Oleh karena itu, tak mengherankan sekolah mahal tak pernah sepi dari murid baru dari kalangan menengah ke atas.  Lantas, bagaimanakah konsep investasi terkait dengan pendidikan tersebut? Apakah itu berarti sekolah bisa semaunya menaikkan biaya pendidikan?&lt;br /&gt;Studi tentang pendidikan dalam sudut pandang ekonomi menggambarkan, bahwa&lt;br /&gt;pendidikan merupakan proses membangun human capital. Dalam istilah lain, pendidikan merupakan investment in people. Dengan demikian, investasi yang dilakukan dalam pendidikan merupakan human investment. Benefit yang akan diperoleh jauh lebih besar daripada benefit investasi fisik. Jika dibandingkan dengan investasi fisik, return on investment pendidikan.&lt;br /&gt; Argumen yang disampaikan pendukung teori itu adalah manusia yang memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi, yang diukur juga dengan lamanya waktu sekolah, akan memiliki pekerjaan dan upah yang lebih baik dibanding yang pendidikannya lebih rendah. Apabila upah mencerminkan produktivitas, maka makin banyak orang yang memiliki pendidikan tinggi makin tinggi produktivitas dan hasilnya ekonomi nasional akan bertumbuh lebih tinggi.&lt;br /&gt; Benefit pendidikan dapat dibagi dalam dua bentuk. Pertama, private benefit (keuntungan pribadi). Private benefit bisa berbentuk meningkatnya penghasilan dan penghormatan orang lain.  Tingkat pendidikan juga menentukan earning yang diperoleh. Beberapa temuan riset yang dipublikasikan Janos Sz Toth dalam Jurnal Adult Education and Development (2007), menunjukkan bahwa (1) Perkiraan efek hasil ekonomi jangka panjang tiap pertambahan satu tahun sekolah berkisar 3 - 6 persen; (2) Naiknya private return setiap tambahan satu tahun sekolah berkisar 4,7 - 6,8 persen. Itu berarti, dengan sekolah satu tahun rata-rata pertambahan penghasilan akan naik 4,7 - 6,8 persen.&lt;br /&gt; Kedua, social benefit. Investasi dalam pendidikan sebagai human investment dapat menghasilkan return on investment (ROI) yang sangat besar, dan memberikan sumbangan yang tidak kecil bagi pertumbuhan ekonomi negara. Nanang Fatah (2000) menyebutkan, keuntungan ekonomi investasi pendidikan lebih besar daripada investasi fisik dengan perbandingan rata-rata 15,3 dan 9,1 persen.&lt;br /&gt; Selain social benefit yang berhubungan dengan ekonomi negara, pendidikan akan berdampak pula pada menurunnya tingkat kekerasan, kriminal, kejahatan, dan tindakan melanggar hukum lain. Sikap masyarakat yang mencintai lingkungan, kebersihan, kedermawanan dan saling menghormati juga merupakan efek social benefit pendidikan.&lt;br /&gt; Meskipun pembiayaan sangat penting dalam menunjang pelaksanaan pendidikan, penyediaan anggaran pendidikan harus selalu didasari asumsi yang dapat menekan pengeluaran biaya yang tidak perlu. Johns dan Edgar L Morphe (1975) mengemukakan beberapa asumsi yang harus diperhatikan dalam pembiayaan pendidikan. (1) Jika pembiayaan ditingkatkan akan meningkatkan benefit, pembiayaan harus ditingkatkan. (2) Jika benefit sama dengan pembiayaan yang lebih sedikit, pembiayaan harus dikurangi. (3) Apabila administrasi sekolah tidak efektif dan terjadi pemborosan, harus dilakukan perubahan dalam organisasi.&lt;br /&gt;Terhadap pernyataan di atas nampaknya semua orang setuju, namun masih ada sebagian orang yang pesimistis terhadap pernyataan tersebut mengingat hasil (outcome) dari pendidikan tidak dapat berbuat apa-apa. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya lulusan sekolah menjadi penyumbang terbesar dalam pengangguran &lt;br /&gt;Anggapan yang pesimistis menyatakan “jika ingin kaya jangan sekolah” Mengapa? Hal ini dikarenakan dengan sekolah berarti mengabaikan masa-masa usia produktif, artinya pada masa usia sekolah adalah waktunya untuk memanfaatkan peluang-peluang yang ada. Namun ini perlu disadari situasi tersebut kena bila orang tersebut telah dilandasi dengan kuat jiwa wiraswastanya. Akan tetapi bila tidak memiliki dasar wiraswasta maka orang tersebut akan lebih terpuruk.&lt;br /&gt;Memang dengan sekolah tidak akan diperoleh kekayaan materi yang berlimpah, tetapi khasanah ilmu dan cakrawala pengetahuan akan menjadi bekal dalam mengarungi hidup dan penghidupan. Intinya dengan pendidikan akan menjadikan orang yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa berinvestasi di pendidikan?&lt;br /&gt;Prof. Dr. Tjutju Yuniarsih dan Dr. Suwatno, Msi dalam bukunya Manajemen SDM menyatakan bahwa investasi pendidikan memiliki keunggulan kompetitif jika dibandingkan dengan investasi di sektor lain &lt;br /&gt;Pertama, pendidikan dapat dipandang sebagai sarana investasi, akan memberikan implikasi secara ekonomi. Artinya dengan pendidikan akan memberikan kontribusi langsung terhadap pendapatan dan kesejahteraan seseorang. Dalam dunia kepegawaian lulusan tertinggi akan mendapat pangkat dan golongan tinggi pula. Misalnya lulusan SMA, jika ia menjadi Pegawai negeri sipil (PNS) akan memperoleh pangkat II a. Hal ini berbeda dengan lulusan perguruan tinggi  (S1)  dimana pertama masuk akan memperoleh  pangkat dan golongan III a.. Padahal waktu untuk menempuh lulusan Perguruan tinggi atau memperoleh gelar paling lama hanya tujuh tahun, sedangkan rentang waktu dari II a ke III a harus ditempuh selama 16 tahun.&lt;br /&gt; Kedua, pendidikan akan melahirkan lapisan elite sosial. Maksudnya Orang yang berpendidikan akan memiliki nilai lebih dari yang kurang berpendidikan berupa prilaku, wawasan, ketrampilan , keahlian dan kemampuan lainnya yang tidak dimiliki oleh orang yang kurang pendidikan.&lt;br /&gt; Ketiga pendidikan  merupakan  wahana untuk membangun dan meningkatkan martabat. Pendidikan satu-satunya alat untuk menghasilkan perubahan pada diri manusia (change of agent). Kata kuncinya melalui pendidikan cakrawala dunia akan terbuka lebar, artinya setelah menempuh pendidikan yang tinggi maka apapun yang kita inginkan insya allah akan tercapai. Contoh dengan adanya wacana Calon Presiden harus Sarjana. Apabila seseorang telah memperoleh gelar kesarjanaan maka apabila ada tawaran tersebut berarti dalam dirinya sudah tersedia.&lt;br /&gt;Kaum gurupun pada saat ini berlomba-lomba untuk melanjutkan kuliah baik ke tingkat S1 ataupun ke jenjang S2 agar memperoleh gelar guru profesional. Sebab pada saat sekarang ini tingkat pendidikan sangat diperlukan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan penghasilan bila menjadi guru profesional. Itulah yang dimaksud terbukanya cakrawala..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rate of Return Biaya Pendidikan&lt;br /&gt;Berdasarkan data pada tahun 1992 di Amerika Serikat  seseorang yang berpendidikan doktor memiliki rata-rata penghasilan pertahunnya 55 juta dollar, Master 40 juta dollar, Sarjana 33 juta dollar. Sementara lulusan Sekolah lanjutan  berkisar sebesar 19 juta dollar. Sedangkan di Indonesia seorang Sarjana memiliki penghasilan sekitar 3,5 juta rupiah perbulan, Diploma III berpenghasilan 3 juta rupiah. Sedangkan lulusan  SMA penghasilan tertinggi berkisar 1, 9 juta rupiah dan SD berpenghasilan 1 juta rupiah setiap bulannya..   &lt;br /&gt;Apabila kita hitung-hitung besarnya biaya pendidikan yang telah disetorkan ke sekolah dari tingkat SD hingga Sarjana  (tidak termasuk transportasi dan biaya lainnya) adalah sebesar Rp 33.320.000, dengan asumsi tingkat SD menghabiskan biaya sebesar Rp. 4.320.000 , SLTP Rp. 3.600.000,apalagi untuk SD dan SMP terdapat BOS jadi pengeluarannya lebih kecil lagi, SMA  diperkirakan menghabiskan biaya Rp. 5.400.000 dan Rp. 20.000.000 untuk perguruan tinggi.  Berdasarkan biaya tersebut bila ia seorang sarjana yang  bekerja diperusahaan dengan gajinya terkecil sekitar Rp.2.500.000,00 maka rate of returnnya (Kembali modal)  adalah setelah 13,28 bulan artinya kurang lebih satu tahun tiga bulan  sudah kembali modal. Sedangkan untuk lulusan SMA jika memperoleh gaji Rp. 895.900 (sesuai dengan UMR) maka kembali Return on Investment Biaya Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Obsesi masyarakat pinggiran menyekolahkan anaknya agar suatu saat memperoleh penghidupan yang layak, tidak seperti orang tuanya sekarang ini. Oleh karena itu berapapun besarnya biaya pendidikan akan dibayarnya  &lt;br /&gt;Kualitas pendidikan dapat dilihat dari nilai tambah (Value added) yang dihasilkan dari lembaga pendidikan baik output maupun pelayanannya. Lulusan pendidikan yang bermutu sudah  semestinya memiliki kemampuan dan keterampilan  yang relevan  dengan tuntutan dunia kerja dan dapat menjawab tantangan dunia yang semakin kompleks atau Globalisasi (Kesejagatan)&lt;br /&gt;Rate of Return adalah istilah dalam investasi yang diartikan sebagai nilai balik modal atau pulang pokok adalah sebagai hasil atau keuntungan dari kegiatan investasi, dimana pengertian Investasi secara sederhana diartikan sebagai penanaman modal terhadap kegiatan usaha, dengan harapan  akan memberikan keuntungan dikemudian hari.&lt;br /&gt;Investasi di bidang Pendidikan dapat dikatakan sebagai katalisator utama pengembangan SDM, dengan anggapan bahwa semakin terdidik seseorang, semakin tinggi pula tingkat kesadarannya terhadap partisipasinya dalam organisasi/ kegiatan lainnya.(Tjutju;Suwatno).&lt;br /&gt;Sebaliknya, bagi orangtua yang mampu, sekolah merupakan investasi, layaknya dalam perdagangan. Mereka berkeyakinan, sekolah mahal itulah yang akan mampu mendidik anak mereka menjadi berkualitas. Akibatnya, ada pula orangtua yang rela berutang untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah yang diyakini berkualitas tersebut. Oleh karena itu, tak mengherankan sekolah mahal tak pernah sepi dari murid baru dari kalangan menengah ke atas.  Lantas, bagaimanakah konsep investasi terkait dengan pendidikan tersebut? Apakah itu berarti sekolah bisa semaunya menaikkan biaya pendidikan?&lt;br /&gt;Studi tentang pendidikan dalam sudut pandang ekonomi menggambarkan, bahwa&lt;br /&gt;pendidikan merupakan proses membangun human capital. Dalam istilah lain, pendidikan merupakan investment in people. Dengan demikian, investasi yang dilakukan dalam pendidikan merupakan human investment. Benefit yang akan diperoleh jauh lebih besar daripada benefit investasi fisik. Jika dibandingkan dengan investasi fisik, return on investment pendidikan.&lt;br /&gt; Argumen yang disampaikan pendukung teori itu adalah manusia yang memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi, yang diukur juga dengan lamanya waktu sekolah, akan memiliki pekerjaan dan upah yang lebih baik dibanding yang pendidikannya lebih rendah. Apabila upah mencerminkan produktivitas, maka makin banyak orang yang memiliki pendidikan tinggi makin tinggi produktivitas dan hasilnya ekonomi nasional akan bertumbuh lebih tinggi.&lt;br /&gt; Benefit pendidikan dapat dibagi dalam dua bentuk. Pertama, private benefit (keuntungan pribadi). Private benefit bisa berbentuk meningkatnya penghasilan dan penghormatan orang lain.  Tingkat pendidikan juga menentukan earning yang diperoleh. Beberapa temuan riset yang dipublikasikan Janos Sz Toth dalam Jurnal Adult Education and Development (2007), menunjukkan bahwa (1) Perkiraan efek hasil ekonomi jangka panjang tiap pertambahan satu tahun sekolah berkisar 3 - 6 persen; (2) Naiknya private return setiap tambahan satu tahun sekolah berkisar 4,7 - 6,8 persen. Itu berarti, dengan sekolah satu tahun rata-rata pertambahan penghasilan akan naik 4,7 - 6,8 persen.&lt;br /&gt; Kedua, social benefit. Investasi dalam pendidikan sebagai human investment dapat menghasilkan return on investment (ROI) yang sangat besar, dan memberikan sumbangan yang tidak kecil bagi pertumbuhan ekonomi negara. Nanang Fatah (2000) menyebutkan, keuntungan ekonomi investasi pendidikan lebih besar daripada investasi fisik dengan perbandingan rata-rata 15,3 dan 9,1 persen.&lt;br /&gt; Selain social benefit yang berhubungan dengan ekonomi negara, pendidikan akan berdampak pula pada menurunnya tingkat kekerasan, kriminal, kejahatan, dan tindakan melanggar hukum lain. Sikap masyarakat yang mencintai lingkungan, kebersihan, kedermawanan dan saling menghormati juga merupakan efek social benefit pendidikan.&lt;br /&gt; Meskipun pembiayaan sangat penting dalam menunjang pelaksanaan pendidikan, penyediaan anggaran pendidikan harus selalu didasari asumsi yang dapat menekan pengeluaran biaya yang tidak perlu. Johns dan Edgar L Morphe (1975) mengemukakan beberapa asumsi yang harus diperhatikan dalam pembiayaan pendidikan. (1) Jika pembiayaan ditingkatkan akan meningkatkan benefit, pembiayaan harus ditingkatkan. (2) Jika benefit sama dengan pembiayaan yang lebih sedikit, pembiayaan harus dikurangi. (3) Apabila administrasi sekolah tidak efektif dan terjadi pemborosan, harus dilakukan perubahan dalam organisasi.&lt;br /&gt;Terhadap pernyataan di atas nampaknya semua orang setuju, namun masih ada sebagian orang yang pesimistis terhadap pernyataan tersebut mengingat hasil (outcome) dari pendidikan tidak dapat berbuat apa-apa. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya lulusan sekolah menjadi penyumbang terbesar dalam pengangguran &lt;br /&gt;Anggapan yang pesimistis menyatakan “jika ingin kaya jangan sekolah” Mengapa? Hal ini dikarenakan dengan sekolah berarti mengabaikan masa-masa usia produktif, artinya pada masa usia sekolah adalah waktunya untuk memanfaatkan peluang-peluang yang ada. Namun ini perlu disadari situasi tersebut kena bila orang tersebut telah dilandasi dengan kuat jiwa wiraswastanya. Akan tetapi bila tidak memiliki dasar wiraswasta maka orang tersebut akan lebih terpuruk.&lt;br /&gt;Memang dengan sekolah tidak akan diperoleh kekayaan materi yang berlimpah, tetapi khasanah ilmu dan cakrawala pengetahuan akan menjadi bekal dalam mengarungi hidup dan penghidupan. Intinya dengan pendidikan akan menjadikan orang yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa berinvestasi di pendidikan?&lt;br /&gt;Prof. Dr. Tjutju Yuniarsih dan Dr. Suwatno, Msi dalam bukunya Manajemen SDM menyatakan bahwa investasi pendidikan memiliki keunggulan kompetitif jika dibandingkan dengan investasi di sektor lain &lt;br /&gt;Pertama, pendidikan dapat dipandang sebagai sarana investasi, akan memberikan implikasi secara ekonomi. Artinya dengan pendidikan akan memberikan kontribusi langsung terhadap pendapatan dan kesejahteraan seseorang. Dalam dunia kepegawaian lulusan tertinggi akan mendapat pangkat dan golongan tinggi pula. Misalnya lulusan SMA, jika ia menjadi Pegawai negeri sipil (PNS) akan memperoleh pangkat II a. Hal ini berbeda dengan lulusan perguruan tinggi  (S1)  dimana pertama masuk akan memperoleh  pangkat dan golongan III a.. Padahal waktu untuk menempuh lulusan Perguruan tinggi atau memperoleh gelar paling lama hanya tujuh tahun, sedangkan rentang waktu dari II a ke III a harus ditempuh selama 16 tahun.&lt;br /&gt; Kedua, pendidikan akan melahirkan lapisan elite sosial. Maksudnya Orang yang berpendidikan akan memiliki nilai lebih dari yang kurang berpendidikan berupa prilaku, wawasan, ketrampilan , keahlian dan kemampuan lainnya yang tidak dimiliki oleh orang yang kurang pendidikan.&lt;br /&gt; Ketiga pendidikan  merupakan  wahana untuk membangun dan meningkatkan martabat. Pendidikan satu-satunya alat untuk menghasilkan perubahan pada diri manusia (change of agent). Kata kuncinya melalui pendidikan cakrawala dunia akan terbuka lebar, artinya setelah menempuh pendidikan yang tinggi maka apapun yang kita inginkan insya allah akan tercapai. Contoh dengan adanya wacana Calon Presiden harus Sarjana. Apabila seseorang telah memperoleh gelar kesarjanaan maka apabila ada tawaran tersebut berarti dalam dirinya sudah tersedia.&lt;br /&gt;Kaum gurupun pada saat ini berlomba-lomba untuk melanjutkan kuliah baik ke tingkat S1 ataupun ke jenjang S2 agar memperoleh gelar guru profesional. Sebab pada saat sekarang ini tingkat pendidikan sangat diperlukan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan penghasilan bila menjadi guru profesional. Itulah yang dimaksud terbukanya cakrawala..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rate of Return Biaya Pendidikan&lt;br /&gt;Berdasarkan data pada tahun 1992 di Amerika Serikat  seseorang yang berpendidikan doktor memiliki rata-rata penghasilan pertahunnya 55 juta dollar, Master 40 juta dollar, Sarjana 33 juta dollar. Sementara lulusan Sekolah lanjutan  berkisar sebesar 19 juta dollar. Sedangkan di Indonesia seorang Sarjana memiliki penghasilan sekitar 3,5 juta rupiah perbulan, Diploma III berpenghasilan 3 juta rupiah. Sedangkan lulusan  SMA penghasilan tertinggi berkisar 1, 9 juta rupiah dan SD berpenghasilan 1 juta rupiah setiap bulannya..   &lt;br /&gt;Apabila kita hitung-hitung besarnya biaya pendidikan yang telah disetorkan ke sekolah dari tingkat SD hingga Sarjana  (tidak termasuk transportasi dan biaya lainnya) adalah sebesar Rp 33.320.000, dengan asumsi tingkat SD menghabiskan biaya sebesar Rp. 4.320.000 , SLTP Rp. 3.600.000,apalagi untuk SD dan SMP terdapat BOS jadi pengeluarannya lebih kecil lagi, SMA  diperkirakan menghabiskan biaya Rp. 5.400.000 dan Rp. 20.000.000 untuk perguruan tinggi.  Berdasarkan biaya tersebut bila ia seorang sarjana yang  bekerja diperusahaan dengan gajinya terkecil sekitar Rp.2.500.000,00 maka rate of returnnya (Kembali modal)  adalah setelah 13,28 bulan artinya kurang lebih satu tahun tiga bulan  sudah kembali modal. Sedangkan untuk lulusan SMA jika memperoleh gaji Rp. 895.900 (sesuai dengan UMR) maka kembali modalnya selama 14,86 bulan bahkan mungkin  kurang jika gajinya di atas Rp.1.000.000.&lt;br /&gt;Upaya Pemerintah&lt;br /&gt;Pemerintahpun dalam upaya meningkatkan Kompetensi siswa (mutu pendidikan) maka pemerintah berinvestasi dengan mendirikan Sekolah Standar Nasional (SSN) dan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) dimana tujuan jangka pendeknya adalah  menjadikan siswanya bukan saja dapat dengan mudah memasuki perguruan tinggi akan tetapi diharapkan juga memiliki kemampuan dan keterampilan (kompetensi)  yang relevan  dengan tuntutan dunia kerja , sehingga dapat menepis bahwa pendidikan itu bukan merupakan beban tetapi benar-benar merupakan investasi jangka panjang yang akan dinikmati oleh anak kita dan Negara.&lt;br /&gt;Penulis&lt;br /&gt;Drs. Iwan Rudi Setiawan&lt;br /&gt;Guru SMA PGRI Cililin dan SMAN 1 Batujajar Kabupaten Bandung Barat.&lt;br /&gt;modalnya selama 14,86 bulan bahkan mungkin  kurang jika gajinya di atas Rp.1.000.000.&lt;br /&gt;Upaya Pemerintah&lt;br /&gt;Pemerintahpun dalam upaya meningkatkan Kompetensi siswa (mutu pendidikan) maka pemerintah berinvestasi dengan mendirikan Sekolah Standar Nasional (SSN) dan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) dimana tujuan jangka pendeknya adalah  menjadikan siswanya bukan saja dapat dengan mudah memasuki perguruan tinggi akan tetapi diharapkan juga memiliki kemampuan dan keterampilan (kompetensi)  yang relevan  dengan tuntutan dunia kerja , sehingga dapat menepis bahwa pendidikan itu bukan merupakan beban tetapi benar-benar merupakan investasi jangka panjang yang akan dinikmati oleh anak kita dan Negara.&lt;br /&gt;Penulis&lt;br /&gt;Drs. Iwan Rudi Setiawan&lt;br /&gt;Guru SMA PGRI Cililin dan SMAN 1 Batujajar Kabupaten Bandung Barat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4180868712690555480-2255799718654323921?l=satyagraha64.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satyagraha64.blogspot.com/feeds/2255799718654323921/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satyagraha64.blogspot.com/2009/08/return-on-investment-pendidikan_10.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4180868712690555480/posts/default/2255799718654323921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4180868712690555480/posts/default/2255799718654323921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satyagraha64.blogspot.com/2009/08/return-on-investment-pendidikan_10.html' title='Return on Investment Pendidikan'/><author><name>Pembelajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14484986163185445580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_Sthk11nvMTw/SnMTPfD9LHI/AAAAAAAAAFk/g7Op2AKhkZg/S220/iwanrs.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4180868712690555480.post-8462941805654892053</id><published>2009-08-10T07:21:00.000-07:00</published><updated>2009-08-10T07:43:14.336-07:00</updated><title type='text'>Return on Investment Pendidikan</title><content type='html'>Return on Investment Biaya Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Obsesi masyarakat pinggiran menyekolahkan anaknya agar suatu saat memperoleh penghidupan yang layak, tidak seperti orang tuanya sekarang ini. Oleh karena itu berapapun besarnya biaya pendidikan akan dibayarnya  &lt;br /&gt;Kualitas pendidikan dapat dilihat dari nilai tambah (Value added) yang dihasilkan dari lembaga pendidikan baik output maupun pelayanannya. Lulusan pendidikan yang bermutu sudah  semestinya memiliki kemampuan dan keterampilan  yang relevan  dengan tuntutan dunia kerja dan dapat menjawab tantangan dunia yang semakin kompleks atau Globalisasi (Kesejagatan)&lt;br /&gt;Rate of Return adalah istilah dalam investasi yang diartikan sebagai nilai balik modal atau pulang pokok adalah sebagai hasil atau keuntungan dari kegiatan investasi, dimana pengertian Investasi secara sederhana diartikan sebagai penanaman modal terhadap kegiatan usaha, dengan harapan  akan memberikan keuntungan dikemudian hari.&lt;br /&gt;Investasi di bidang Pendidikan dapat dikatakan sebagai katalisator utama pengembangan SDM, dengan anggapan bahwa semakin terdidik seseorang, semakin tinggi pula tingkat kesadarannya terhadap partisipasinya dalam organisasi/ kegiatan lainnya.(Tjutju;Suwatno).&lt;br /&gt;Sebaliknya, bagi orangtua yang mampu, sekolah merupakan investasi, layaknya dalam perdagangan. Mereka berkeyakinan, sekolah mahal itulah yang akan mampu mendidik anak mereka menjadi berkualitas. Akibatnya, ada pula orangtua yang rela berutang untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah yang diyakini berkualitas tersebut. Oleh karena itu, tak mengherankan sekolah mahal tak pernah sepi dari murid baru dari kalangan menengah ke atas.  Lantas, bagaimanakah konsep investasi terkait dengan pendidikan tersebut? Apakah itu berarti sekolah bisa semaunya menaikkan biaya pendidikan?&lt;br /&gt;Studi tentang pendidikan dalam sudut pandang ekonomi menggambarkan, bahwa&lt;br /&gt;pendidikan merupakan proses membangun human capital. Dalam istilah lain, pendidikan merupakan investment in people. Dengan demikian, investasi yang dilakukan dalam pendidikan merupakan human investment. Benefit yang akan diperoleh jauh lebih besar daripada benefit investasi fisik. Jika dibandingkan dengan investasi fisik, return on investment pendidikan.&lt;br /&gt; Argumen yang disampaikan pendukung teori itu adalah manusia yang memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi, yang diukur juga dengan lamanya waktu sekolah, akan memiliki pekerjaan dan upah yang lebih baik dibanding yang pendidikannya lebih rendah. Apabila upah mencerminkan produktivitas, maka makin banyak orang yang memiliki pendidikan tinggi makin tinggi produktivitas dan hasilnya ekonomi nasional akan bertumbuh lebih tinggi.&lt;br /&gt; Benefit pendidikan dapat dibagi dalam dua bentuk. Pertama, private benefit (keuntungan pribadi). Private benefit bisa berbentuk meningkatnya penghasilan dan penghormatan orang lain.  Tingkat pendidikan juga menentukan earning yang diperoleh. Beberapa temuan riset yang dipublikasikan Janos Sz Toth dalam Jurnal Adult Education and Development (2007), menunjukkan bahwa (1) Perkiraan efek hasil ekonomi jangka panjang tiap pertambahan satu tahun sekolah berkisar 3 - 6 persen; (2) Naiknya private return setiap tambahan satu tahun sekolah berkisar 4,7 - 6,8 persen. Itu berarti, dengan sekolah satu tahun rata-rata pertambahan penghasilan akan naik 4,7 - 6,8 persen.&lt;br /&gt; Kedua, social benefit. Investasi dalam pendidikan sebagai human investment dapat menghasilkan return on investment (ROI) yang sangat besar, dan memberikan sumbangan yang tidak kecil bagi pertumbuhan ekonomi negara. Nanang Fatah (2000) menyebutkan, keuntungan ekonomi investasi pendidikan lebih besar daripada investasi fisik dengan perbandingan rata-rata 15,3 dan 9,1 persen.&lt;br /&gt; Selain social benefit yang berhubungan dengan ekonomi negara, pendidikan akan berdampak pula pada menurunnya tingkat kekerasan, kriminal, kejahatan, dan tindakan melanggar hukum lain. Sikap masyarakat yang mencintai lingkungan, kebersihan, kedermawanan dan saling menghormati juga merupakan efek social benefit pendidikan.&lt;br /&gt; Meskipun pembiayaan sangat penting dalam menunjang pelaksanaan pendidikan, penyediaan anggaran pendidikan harus selalu didasari asumsi yang dapat menekan pengeluaran biaya yang tidak perlu. Johns dan Edgar L Morphe (1975) mengemukakan beberapa asumsi yang harus diperhatikan dalam pembiayaan pendidikan. (1) Jika pembiayaan ditingkatkan akan meningkatkan benefit, pembiayaan harus ditingkatkan. (2) Jika benefit sama dengan pembiayaan yang lebih sedikit, pembiayaan harus dikurangi. (3) Apabila administrasi sekolah tidak efektif dan terjadi pemborosan, harus dilakukan perubahan dalam organisasi.&lt;br /&gt;Terhadap pernyataan di atas nampaknya semua orang setuju, namun masih ada sebagian orang yang pesimistis terhadap pernyataan tersebut mengingat hasil (outcome) dari pendidikan tidak dapat berbuat apa-apa. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya lulusan sekolah menjadi penyumbang terbesar dalam pengangguran &lt;br /&gt;Anggapan yang pesimistis menyatakan “jika ingin kaya jangan sekolah” Mengapa? Hal ini dikarenakan dengan sekolah berarti mengabaikan masa-masa usia produktif, artinya pada masa usia sekolah adalah waktunya untuk memanfaatkan peluang-peluang yang ada. Namun ini perlu disadari situasi tersebut kena bila orang tersebut telah dilandasi dengan kuat jiwa wiraswastanya. Akan tetapi bila tidak memiliki dasar wiraswasta maka orang tersebut akan lebih terpuruk.&lt;br /&gt;Memang dengan sekolah tidak akan diperoleh kekayaan materi yang berlimpah, tetapi khasanah ilmu dan cakrawala pengetahuan akan menjadi bekal dalam mengarungi hidup dan penghidupan. Intinya dengan pendidikan akan menjadikan orang yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa berinvestasi di pendidikan?&lt;br /&gt;Prof. Dr. Tjutju Yuniarsih dan Dr. Suwatno, Msi dalam bukunya Manajemen SDM menyatakan bahwa investasi pendidikan memiliki keunggulan kompetitif jika dibandingkan dengan investasi di sektor lain &lt;br /&gt;Pertama, pendidikan dapat dipandang sebagai sarana investasi, akan memberikan implikasi secara ekonomi. Artinya dengan pendidikan akan memberikan kontribusi langsung terhadap pendapatan dan kesejahteraan seseorang. Dalam dunia kepegawaian lulusan tertinggi akan mendapat pangkat dan golongan tinggi pula. Misalnya lulusan SMA, jika ia menjadi Pegawai negeri sipil (PNS) akan memperoleh pangkat II a. Hal ini berbeda dengan lulusan perguruan tinggi  (S1)  dimana pertama masuk akan memperoleh  pangkat dan golongan III a.. Padahal waktu untuk menempuh lulusan Perguruan tinggi atau memperoleh gelar paling lama hanya tujuh tahun, sedangkan rentang waktu dari II a ke III a harus ditempuh selama 16 tahun.&lt;br /&gt; Kedua, pendidikan akan melahirkan lapisan elite sosial. Maksudnya Orang yang berpendidikan akan memiliki nilai lebih dari yang kurang berpendidikan berupa prilaku, wawasan, ketrampilan , keahlian dan kemampuan lainnya yang tidak dimiliki oleh orang yang kurang pendidikan.&lt;br /&gt; Ketiga pendidikan  merupakan  wahana untuk membangun dan meningkatkan martabat. Pendidikan satu-satunya alat untuk menghasilkan perubahan pada diri manusia (change of agent). Kata kuncinya melalui pendidikan cakrawala dunia akan terbuka lebar, artinya setelah menempuh pendidikan yang tinggi maka apapun yang kita inginkan insya allah akan tercapai. Contoh dengan adanya wacana Calon Presiden harus Sarjana. Apabila seseorang telah memperoleh gelar kesarjanaan maka apabila ada tawaran tersebut berarti dalam dirinya sudah tersedia.&lt;br /&gt;Kaum gurupun pada saat ini berlomba-lomba untuk melanjutkan kuliah baik ke tingkat S1 ataupun ke jenjang S2 agar memperoleh gelar guru profesional. Sebab pada saat sekarang ini tingkat pendidikan sangat diperlukan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan penghasilan bila menjadi guru profesional. Itulah yang dimaksud terbukanya cakrawala..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rate of Return Biaya Pendidikan&lt;br /&gt;Berdasarkan data pada tahun 1992 di Amerika Serikat  seseorang yang berpendidikan doktor memiliki rata-rata penghasilan pertahunnya 55 juta dollar, Master 40 juta dollar, Sarjana 33 juta dollar. Sementara lulusan Sekolah lanjutan  berkisar sebesar 19 juta dollar. Sedangkan di Indonesia seorang Sarjana memiliki penghasilan sekitar 3,5 juta rupiah perbulan, Diploma III berpenghasilan 3 juta rupiah. Sedangkan lulusan  SMA penghasilan tertinggi berkisar 1, 9 juta rupiah dan SD berpenghasilan 1 juta rupiah setiap bulannya..   &lt;br /&gt;Apabila kita hitung-hitung besarnya biaya pendidikan yang telah disetorkan ke sekolah dari tingkat SD hingga Sarjana  (tidak termasuk transportasi dan biaya lainnya) adalah sebesar Rp 33.320.000, dengan asumsi tingkat SD menghabiskan biaya sebesar Rp. 4.320.000 , SLTP Rp. 3.600.000,apalagi untuk SD dan SMP terdapat BOS jadi pengeluarannya lebih kecil lagi, SMA  diperkirakan menghabiskan biaya Rp. 5.400.000 dan Rp. 20.000.000 untuk perguruan tinggi.  Berdasarkan biaya tersebut bila ia seorang sarjana yang  bekerja diperusahaan dengan gajinya terkecil sekitar Rp.2.500.000,00 maka rate of returnnya (Kembali modal)  adalah setelah 13,28 bulan artinya kurang lebih satu tahun tiga bulan  sudah kembali modal. Sedangkan untuk lulusan SMA jika memperoleh gaji Rp. 895.900 (sesuai dengan UMR) maka kembali Return on Investment Biaya Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Obsesi masyarakat pinggiran menyekolahkan anaknya agar suatu saat memperoleh penghidupan yang layak, tidak seperti orang tuanya sekarang ini. Oleh karena itu berapapun besarnya biaya pendidikan akan dibayarnya  &lt;br /&gt;Kualitas pendidikan dapat dilihat dari nilai tambah (Value added) yang dihasilkan dari lembaga pendidikan baik output maupun pelayanannya. Lulusan pendidikan yang bermutu sudah  semestinya memiliki kemampuan dan keterampilan  yang relevan  dengan tuntutan dunia kerja dan dapat menjawab tantangan dunia yang semakin kompleks atau Globalisasi (Kesejagatan)&lt;br /&gt;Rate of Return adalah istilah dalam investasi yang diartikan sebagai nilai balik modal atau pulang pokok adalah sebagai hasil atau keuntungan dari kegiatan investasi, dimana pengertian Investasi secara sederhana diartikan sebagai penanaman modal terhadap kegiatan usaha, dengan harapan  akan memberikan keuntungan dikemudian hari.&lt;br /&gt;Investasi di bidang Pendidikan dapat dikatakan sebagai katalisator utama pengembangan SDM, dengan anggapan bahwa semakin terdidik seseorang, semakin tinggi pula tingkat kesadarannya terhadap partisipasinya dalam organisasi/ kegiatan lainnya.(Tjutju;Suwatno).&lt;br /&gt;Sebaliknya, bagi orangtua yang mampu, sekolah merupakan investasi, layaknya dalam perdagangan. Mereka berkeyakinan, sekolah mahal itulah yang akan mampu mendidik anak mereka menjadi berkualitas. Akibatnya, ada pula orangtua yang rela berutang untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah yang diyakini berkualitas tersebut. Oleh karena itu, tak mengherankan sekolah mahal tak pernah sepi dari murid baru dari kalangan menengah ke atas.  Lantas, bagaimanakah konsep investasi terkait dengan pendidikan tersebut? Apakah itu berarti sekolah bisa semaunya menaikkan biaya pendidikan?&lt;br /&gt;Studi tentang pendidikan dalam sudut pandang ekonomi menggambarkan, bahwa&lt;br /&gt;pendidikan merupakan proses membangun human capital. Dalam istilah lain, pendidikan merupakan investment in people. Dengan demikian, investasi yang dilakukan dalam pendidikan merupakan human investment. Benefit yang akan diperoleh jauh lebih besar daripada benefit investasi fisik. Jika dibandingkan dengan investasi fisik, return on investment pendidikan.&lt;br /&gt; Argumen yang disampaikan pendukung teori itu adalah manusia yang memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi, yang diukur juga dengan lamanya waktu sekolah, akan memiliki pekerjaan dan upah yang lebih baik dibanding yang pendidikannya lebih rendah. Apabila upah mencerminkan produktivitas, maka makin banyak orang yang memiliki pendidikan tinggi makin tinggi produktivitas dan hasilnya ekonomi nasional akan bertumbuh lebih tinggi.&lt;br /&gt; Benefit pendidikan dapat dibagi dalam dua bentuk. Pertama, private benefit (keuntungan pribadi). Private benefit bisa berbentuk meningkatnya penghasilan dan penghormatan orang lain.  Tingkat pendidikan juga menentukan earning yang diperoleh. Beberapa temuan riset yang dipublikasikan Janos Sz Toth dalam Jurnal Adult Education and Development (2007), menunjukkan bahwa (1) Perkiraan efek hasil ekonomi jangka panjang tiap pertambahan satu tahun sekolah berkisar 3 - 6 persen; (2) Naiknya private return setiap tambahan satu tahun sekolah berkisar 4,7 - 6,8 persen. Itu berarti, dengan sekolah satu tahun rata-rata pertambahan penghasilan akan naik 4,7 - 6,8 persen.&lt;br /&gt; Kedua, social benefit. Investasi dalam pendidikan sebagai human investment dapat menghasilkan return on investment (ROI) yang sangat besar, dan memberikan sumbangan yang tidak kecil bagi pertumbuhan ekonomi negara. Nanang Fatah (2000) menyebutkan, keuntungan ekonomi investasi pendidikan lebih besar daripada investasi fisik dengan perbandingan rata-rata 15,3 dan 9,1 persen.&lt;br /&gt; Selain social benefit yang berhubungan dengan ekonomi negara, pendidikan akan berdampak pula pada menurunnya tingkat kekerasan, kriminal, kejahatan, dan tindakan melanggar hukum lain. Sikap masyarakat yang mencintai lingkungan, kebersihan, kedermawanan dan saling menghormati juga merupakan efek social benefit pendidikan.&lt;br /&gt; Meskipun pembiayaan sangat penting dalam menunjang pelaksanaan pendidikan, penyediaan anggaran pendidikan harus selalu didasari asumsi yang dapat menekan pengeluaran biaya yang tidak perlu. Johns dan Edgar L Morphe (1975) mengemukakan beberapa asumsi yang harus diperhatikan dalam pembiayaan pendidikan. (1) Jika pembiayaan ditingkatkan akan meningkatkan benefit, pembiayaan harus ditingkatkan. (2) Jika benefit sama dengan pembiayaan yang lebih sedikit, pembiayaan harus dikurangi. (3) Apabila administrasi sekolah tidak efektif dan terjadi pemborosan, harus dilakukan perubahan dalam organisasi.&lt;br /&gt;Terhadap pernyataan di atas nampaknya semua orang setuju, namun masih ada sebagian orang yang pesimistis terhadap pernyataan tersebut mengingat hasil (outcome) dari pendidikan tidak dapat berbuat apa-apa. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya lulusan sekolah menjadi penyumbang terbesar dalam pengangguran &lt;br /&gt;Anggapan yang pesimistis menyatakan “jika ingin kaya jangan sekolah” Mengapa? Hal ini dikarenakan dengan sekolah berarti mengabaikan masa-masa usia produktif, artinya pada masa usia sekolah adalah waktunya untuk memanfaatkan peluang-peluang yang ada. Namun ini perlu disadari situasi tersebut kena bila orang tersebut telah dilandasi dengan kuat jiwa wiraswastanya. Akan tetapi bila tidak memiliki dasar wiraswasta maka orang tersebut akan lebih terpuruk.&lt;br /&gt;Memang dengan sekolah tidak akan diperoleh kekayaan materi yang berlimpah, tetapi khasanah ilmu dan cakrawala pengetahuan akan menjadi bekal dalam mengarungi hidup dan penghidupan. Intinya dengan pendidikan akan menjadikan orang yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa berinvestasi di pendidikan?&lt;br /&gt;Prof. Dr. Tjutju Yuniarsih dan Dr. Suwatno, Msi dalam bukunya Manajemen SDM menyatakan bahwa investasi pendidikan memiliki keunggulan kompetitif jika dibandingkan dengan investasi di sektor lain &lt;br /&gt;Pertama, pendidikan dapat dipandang sebagai sarana investasi, akan memberikan implikasi secara ekonomi. Artinya dengan pendidikan akan memberikan kontribusi langsung terhadap pendapatan dan kesejahteraan seseorang. Dalam dunia kepegawaian lulusan tertinggi akan mendapat pangkat dan golongan tinggi pula. Misalnya lulusan SMA, jika ia menjadi Pegawai negeri sipil (PNS) akan memperoleh pangkat II a. Hal ini berbeda dengan lulusan perguruan tinggi  (S1)  dimana pertama masuk akan memperoleh  pangkat dan golongan III a.. Padahal waktu untuk menempuh lulusan Perguruan tinggi atau memperoleh gelar paling lama hanya tujuh tahun, sedangkan rentang waktu dari II a ke III a harus ditempuh selama 16 tahun.&lt;br /&gt; Kedua, pendidikan akan melahirkan lapisan elite sosial. Maksudnya Orang yang berpendidikan akan memiliki nilai lebih dari yang kurang berpendidikan berupa prilaku, wawasan, ketrampilan , keahlian dan kemampuan lainnya yang tidak dimiliki oleh orang yang kurang pendidikan.&lt;br /&gt; Ketiga pendidikan  merupakan  wahana untuk membangun dan meningkatkan martabat. Pendidikan satu-satunya alat untuk menghasilkan perubahan pada diri manusia (change of agent). Kata kuncinya melalui pendidikan cakrawala dunia akan terbuka lebar, artinya setelah menempuh pendidikan yang tinggi maka apapun yang kita inginkan insya allah akan tercapai. Contoh dengan adanya wacana Calon Presiden harus Sarjana. Apabila seseorang telah memperoleh gelar kesarjanaan maka apabila ada tawaran tersebut berarti dalam dirinya sudah tersedia.&lt;br /&gt;Kaum gurupun pada saat ini berlomba-lomba untuk melanjutkan kuliah baik ke tingkat S1 ataupun ke jenjang S2 agar memperoleh gelar guru profesional. Sebab pada saat sekarang ini tingkat pendidikan sangat diperlukan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan penghasilan bila menjadi guru profesional. Itulah yang dimaksud terbukanya cakrawala..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rate of Return Biaya Pendidikan&lt;br /&gt;Berdasarkan data pada tahun 1992 di Amerika Serikat  seseorang yang berpendidikan doktor memiliki rata-rata penghasilan pertahunnya 55 juta dollar, Master 40 juta dollar, Sarjana 33 juta dollar. Sementara lulusan Sekolah lanjutan  berkisar sebesar 19 juta dollar. Sedangkan di Indonesia seorang Sarjana memiliki penghasilan sekitar 3,5 juta rupiah perbulan, Diploma III berpenghasilan 3 juta rupiah. Sedangkan lulusan  SMA penghasilan tertinggi berkisar 1, 9 juta rupiah dan SD berpenghasilan 1 juta rupiah setiap bulannya..   &lt;br /&gt;Apabila kita hitung-hitung besarnya biaya pendidikan yang telah disetorkan ke sekolah dari tingkat SD hingga Sarjana  (tidak termasuk transportasi dan biaya lainnya) adalah sebesar Rp 33.320.000, dengan asumsi tingkat SD menghabiskan biaya sebesar Rp. 4.320.000 , SLTP Rp. 3.600.000,apalagi untuk SD dan SMP terdapat BOS jadi pengeluarannya lebih kecil lagi, SMA  diperkirakan menghabiskan biaya Rp. 5.400.000 dan Rp. 20.000.000 untuk perguruan tinggi.  Berdasarkan biaya tersebut bila ia seorang sarjana yang  bekerja diperusahaan dengan gajinya terkecil sekitar Rp.2.500.000,00 maka rate of returnnya (Kembali modal)  adalah setelah 13,28 bulan artinya kurang lebih satu tahun tiga bulan  sudah kembali modal. Sedangkan untuk lulusan SMA jika memperoleh gaji Rp. 895.900 (sesuai dengan UMR) maka kembali modalnya selama 14,86 bulan bahkan mungkin  kurang jika gajinya di atas Rp.1.000.000.&lt;br /&gt;Upaya Pemerintah&lt;br /&gt;Pemerintahpun dalam upaya meningkatkan Kompetensi siswa (mutu pendidikan) maka pemerintah berinvestasi dengan mendirikan Sekolah Standar Nasional (SSN) dan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) dimana tujuan jangka pendeknya adalah  menjadikan siswanya bukan saja dapat dengan mudah memasuki perguruan tinggi akan tetapi diharapkan juga memiliki kemampuan dan keterampilan (kompetensi)  yang relevan  dengan tuntutan dunia kerja , sehingga dapat menepis bahwa pendidikan itu bukan merupakan beban tetapi benar-benar merupakan investasi jangka panjang yang akan dinikmati oleh anak kita dan Negara.&lt;br /&gt;Penulis&lt;br /&gt;Drs. Iwan Rudi Setiawan&lt;br /&gt;Guru SMA PGRI Cililin dan SMAN 1 Batujajar Kabupaten Bandung Barat.&lt;br /&gt;modalnya selama 14,86 bulan bahkan mungkin  kurang jika gajinya di atas Rp.1.000.000.&lt;br /&gt;Upaya Pemerintah&lt;br /&gt;Pemerintahpun dalam upaya meningkatkan Kompetensi siswa (mutu pendidikan) maka pemerintah berinvestasi dengan mendirikan Sekolah Standar Nasional (SSN) dan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) dimana tujuan jangka pendeknya adalah  menjadikan siswanya bukan saja dapat dengan mudah memasuki perguruan tinggi akan tetapi diharapkan juga memiliki kemampuan dan keterampilan (kompetensi)  yang relevan  dengan tuntutan dunia kerja , sehingga dapat menepis bahwa pendidikan itu bukan merupakan beban tetapi benar-benar merupakan investasi jangka panjang yang akan dinikmati oleh anak kita dan Negara.&lt;br /&gt;Penulis&lt;br /&gt;Drs. Iwan Rudi Setiawan&lt;br /&gt;Guru SMA PGRI Cililin dan SMAN 1 Batujajar Kabupaten Bandung Barat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4180868712690555480-8462941805654892053?l=satyagraha64.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://satyagraha64.blogspot.com/feeds/8462941805654892053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://satyagraha64.blogspot.com/2009/08/return-on-investment-pendidikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4180868712690555480/posts/default/8462941805654892053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4180868712690555480/posts/default/8462941805654892053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://satyagraha64.blogspot.com/2009/08/return-on-investment-pendidikan.html' title='Return on Investment Pendidikan'/><author><name>Pembelajar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14484986163185445580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/_Sthk11nvMTw/SnMTPfD9LHI/AAAAAAAAAFk/g7Op2AKhkZg/S220/iwanrs.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
